BETANEWS.ID, KUDUS – Rani Puji Astuti (38), berjaya pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua tahun 2021. Atlet angkat besi asal Kudus tersebut, berhasil menyabet medali emas di ajang bergengsi tersebut.
Perempuan asal Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu telah berkali-kali membanggakan nama Kota Kretek atas prestasinya di cabang olah raga angkat besi.
Atlet yang sudah menekuni olah raga angkat besi sejak 2012 itu, kini masuk dalam daftar atlet binaan Pelatnas. Bahwa selama latihan, Rani menghabiskan waktunya di Solo. Yakni di pusat latihan yang disediakan untuk para atlet difabel di Indonesia.
Baca juga : Bupati Kudus Berikan Bonus untuk Atlet Peraih Medali di Ajang PON dan Peparnas Papua
“Masuk pelatnas itu sejak tahun 2012. Terus saya juga sudah punya tempat tinggal di Solo,” ungkapnya.
Awal mula bisa menekuni olah raga angkat besi, Rani pun dengan senang hati menceritakan. Bahwa pada 2012 saat mengikuti seleksi atlet atletik, ada seorang pelatih angkat besi yang tertarik padanya untuk bisa menjadi atlet angkat besi. Saat ditawari, Rani pun merasa tertarik untuk menjadi atlet angkat besi.
“Saat saya coba ikut klasifikasi di angkat besi, ternyata lebih tertarik di angkat berat. Jadi setelah itu mulai ikut Peparnas tahun 2012 di Bandung,” ceritanya.
Mulai ikut dalam ajang Peparnas di Bandung, Rani pun mampu meraih medali emas. Bahkan ia sempat memecahkan rekor sebanyak 4 kali.
Selain itu, Rani pun pernah mengikuti ajang Aden Paragames di Myanmar dan mampu meraih medali Perak.
Sedangkan dalam ajang Peparnas XVI di Papua, Rani kembali memecahkan rekor di kelas 61 kilogram, dengan angkatan terbaiknya, 102 kilogram.
“Di angkat besi difabel itu bukan dihitung total angkatannya, tapi angkatan terbaik. Nah, angkatan terbaik saya itu 102 kilogram,” paparnya.
Atas prestasi yang mampu diraihnya, Rani berpesan kepada semua atlet yang sedang berjuang, bahwa latihan itu wajib. Meski tidak ada event olah raga apapun, tidak ada pembinaan, latihan harus terus.
“Karena olah raga itu tidak instan, harus kontinyu. Jangan memikirkan uangnya, pikirkan prestasinya. Nanti uang mengikuti,” ucapnya.
Keberhasilannya di ajang Peparnas XVI Papua tahun 2021 yang berhasil menyabet medali emas, Rani pun diberikan apresiasi oleh Pemkab Kudus berupa bonus uang sebesar Rp 15 juta.
Baca juga :Â Pemkab Dukung Penuh Atlet Kudus Berlaga di PON XX Papua
Perempuan kuat yang mengandalkan kursi roda untuk berjalan itu berterima kasih atas apresiasi yang diterimanya dari Pemkab Kudus. Ia tidak mempermasalahkan nominal uang yang diterimanya. Berapapun, ia tetap menerima dan berterima kasih.
Ia pun berharap, Pemkab Kudus bisa lebih peduli lagi terhadap atlet difabel, khususnya terkait fasilitas atlet angkat besi. Sebab, hingga saat ini Kudus belum memilikinya. Selama latihan di Kudus, Rani mengaku menyewa tempat fitnes untuk bisa latihan.
“Kudus belum punya fasilitas. Harapannya Kudus bisa punya fasilitas yang memadai,” ungkap Rani.
Editor : Kholistiono

