BETANEWS.ID, KUDUS – Menjadi lulusan sarjana yang sukses, tidak melulu harus menjadi pegawai kantoran yang bekerja di ruangan ber-AC. Dengan berani membuat sebuah usaha dan bisa membuka lowongan pekerjaan, itu juga sebuah kesuksesan. Inilah yang sedang dipraktikkan Chozinatul Laili (26), pemilik B’lian Cake.
Warga Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu mengaku tidak tertarik untuk bekerja di kantoran saat lulus dari Universitas Muria Kudus (UMK). Di saat teman-temannya mencari pekerjaan di perusahaan, kantor, dan lain-lain, ia memilih merintis usaha kuliner.
“Dulu ingin terjun ke dunia pendidikan. Pengan jadi dosen. Sudah coba daftar S2 tapi belum rezeki. Terus ya sudah saya putuskan untuk fokus mengembangkan usaha brownies saja,” ucapnya.
Dari keuntungan jualan, Laili kemudian bisa menabung untuk membeli berbagai peralatan yang dibutuhkan.
Baca juga: Kisah Owner Juragan Kelamby, Awal Rintis Usaha Hanya Sebagai Sampingan dan Kini Jadi Lahan Cuan
“Alhamdulillah, dari pembelian alat yang sederhana sampai sekarang punya berbagai alat, itu murni beli sendiri tidak dibantu orang tua,” beber Laili.
Laili juga menceritakan, awal mengeluti brownies ini karena ia iseng mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Dinas Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperinkop dan UKM) Kudus pada 2017 silam. Kemudian, sembari menyelesaikan skripsi, Laili mencoba untuk mengaplikasikan ilmu pelatihannya dan ternyata respon pembeli cukup bagus.
“Waktu awal merintis dulu satu minggu mungkin 3 kali, tapi alhamdulillah sekarang setiap hari selalu produksi,” ujarnya.
Melihat pasar yang menjanjikan, Laili pun kemudian menambahkan varian lainya yaitu kue tart. Bahkan, untuk terus meningkaykan kualitas produk, Laili sampai mengikuti beberapa pelatihan hingga ke luar kota.
“Kalau ikut pelatihan langsung kan kita tahu cara dan resep dari chef langsung. Beda kalau cuma lihat YouTube. Kadang itu belajarnya kurang maksimal,” jelasnya.
Baca juga: Kisah Owner Awkulit, Merintis Bisnis Kulit Ayam Krispi dari Dapur Rumah
Hingga saat ini, dia pun menerima segala macam brownies dan tart sesuai dengan pesanan pelanggan. Dengan mengutamakan kualitas dan rasa yang mantap, harga yang dipatok oleh Laili pun lebih murah dari yang dijual di pasaran, yaitu mulai Rp20 ribu hingga Rp250 ribu.
Di tempatnya, Laili menyediakan brownies cokelat, roti bolen, bolu ban, dan kue tart dengan aneka bentuk. Untuk jenis browniesnya macam-macam, ada brownies panggang, brownies kukus, brownies candy, dan brownies premium. Topingnya pun banyak pilihan, mulai dari cokelat, keju, oreo, kacang tanah, kacang almond, hingga masih banyak lagi.
“Alhamdulillah sekarang peminatnya cukup banyak. Dalam sebulan minimal saya bisa dapat omzet Rp5 juta,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

