31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaKulinerSawut Ketela, Makanan...

Sawut Ketela, Makanan Pengganti Nasi yang Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes

BETANEWS.ID, PATI – Pandemi Covid-19, justru bagi sebagian orang memunculkan kreativitas menyikapi kondisi yang terjadi, khususnya terkait dengan peningkatan ekonomi. Seperti halnya yang dilakukan ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Tani Wanita (KWT) Sekar Tanjung, Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus, Pati.

Selama pandemi Covid-19, dengan banyaknya waktu yang dihabiskan di rumah saja, mereka mencoba membuat inovasi pangan dari bahan ketela atau singkong. Banyaknya bahan baku singkong yang mudah didapatkan tersebut, menginspirasi mereka membuat sawut ketela instan yang siap untuk dikonsumsi setiap saat.

KWT Tanjung Sekar menunjukkan produk sawut ketela. Foto: Ist

Baca juga : Nasi Aking, Kuliner Jadul yang jadi Buruan Pengidap Diabetes

- Ads Banner -

“Cara membuat sawut ketela untuk disantap ini sangat mudah. Yaitu, sawut ketela instan tinggal diberi air panas dan diaduk, serta dibiarkan selama 10 hingga 15 menit. Selanjutnya, buang airnya dan sawut ketela suap untuk dikukus. Tunggu beberapa saat hingga matang, dan siap untuk disantap,” ujar Sumiyati, Anggota KWT Sekar Tanjung.

Menurutnya, sawut ketela ini bisa sebagai pengganti nasi. Namun, bagi yang belum terbiasa menyantap sawut ketela, maka bisa dicampur dengan nasi biasa. Jadi, saat mengukus, bisa dicampur nasi dengan perbandingan 75 banding 25, atau bisa juga separuh sawut, separuh nasi.

“Kalau yang sudah terbiasa sih, bisa langsung santap sawut full ketela. Agar lebih enak, saat menyantap bisa ditambah dengan sayur bening kelor, ditambah tumis tempe, serta lauk ikan atau lainnya,” imbuhnya.

Bahkan katanya, sawut ketela ini juga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Sebab, kadar gula dari sawut ketela rendah. Selain itu, bisa juga untuk dikonsumsi bagi mereka yang melakukan diet.

Baca juga : Pesan Menu Sehat di Katering Lezavit, Ini Harga dan Sistem Antarnya

Ia mengatakan, bagi yang penasaran dan ingin menikmati sawut ketela buatan KWT Sekar Tanjung, harga untuk satu bungkusnya cukup murah, yaitu Rp 10 ribu.

Untuk penjualan, katanya, saat ini dilakukan offline maupun online. Bahkan, karena permintaan yang tinggi, menurutnya saat ini anggota KWT Sekar Tanjung harus kerja keras untuk bisa memenuhi permintaan konsumen yang tidak hanya datang dari Jateng saja, tapi juga ada dari Kalimantan, Sulawesi, Jakarta bahkan Papua.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler