31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Nasi Aking, Kuliner Jadul yang jadi Buruan Pengidap Diabetes

BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu, lapak jualan Amida Ulfa Fauziah (26) yang berupa kendaraan roda tiga digeruduk pelanggan. Daun jati yang tertumpuk di dekatnya itu terus berkurang bersamaan dengan nasi dan segala macam lauk seperti orak-arik pedo, urap, sambel serta telur dadar yang juga cepat menyusut. Jika dilihat dengan saksama, nasi itu terlihat pera dan ada campuran kelapanya. Nasi tersebut yakni nasi aking godong jati yang diklaim rendah kadar gula sehingga aman dikonsumsi bagi penderita diabetes.

Menurut salah satu pelanggan setianya, Ana, keluarganya hampir setiap pagi membeli nasi aking di tempat yang berada di Jalan Veteran tepatnya di pojok Perempatan Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) Desa Glantengan, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus itu. Alasannya karena keluarga besarnya punya riwayat penyakit diabetes, dan bahkan saat ini orang tuanya juga terkena penyakit tersebut.

Nasi Aking Godong Jati yang laris manis diburu warga Kudus untuk sarapan. Foto: Rabu Sipan

“Saya sudah lama berlangganan nasi aking godong jati ini. Hampir setiap pagi saya membelinya. Sebab nasi aking itu kan kadar gulanya rendah. Jadi cocok dikonsumsi oleh orang tua saya. Saya juga suka kok, walaupun saya tidak terkena diabetes. Saya mengkonsumsi nasi aking untuk mencegah kadar gula dalam tubuh saya tidak meningkat,” ujar Ana kepada Betanews.id, Kamis (11/11/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Kuliner Tradisional di Warung Mbok Tin Ini Bikin Pengunjung Rela Desak-Desakan

Dia mengungkapkan, selain baik untuk penderita diabetes, menyantap nasi aking juga bisa untuk mengenang masakan masa lampau. Serta ia juga menyukai rasa dan aneka lauk pauk pada nasi aking godong jati.

“Saya paling suka itu nasi aking pakai orak-arik pedo, paling favorit itu,” seloroh Ana dibalik masker putihnya tersebut.

Penjual Nasi Aking, Amida Ulfa Fauziah mengatakan, nasi aking merupakan makanan masa lampau, terutama pada masa penjajahan Belanda. Menurut beberapa literasi, nasi aking memang bagus untuk penderita diabetes, sebab rendah gula.

“Dari beberapa artikel, nasi aking itu rendah gula, sehingga bagus untuk penderita diabetes. Mungkin itu dikarenakan dari bahan nasi aking dan proses pembuatannya,” ujar perempuan yang akrab disapa Mida tersebut.

Baca juga: Jadi Buruan Warga, Nasi Meniran Khas Kajar Ini Ludes Terjual Hanya Dalam 2 Jam

Untuk harga, kata dia, sego aking plus sambal dijual dengan harga Rp 3 ribu. Sego aking sambal dan pedo atau urap harganya Rp 4 ribu. Sedangkan nasi aking komplet yakni ada tambahan pedo, urap dan jengkol dipatok dengan harga Rp 6 ribu.

“Selain itu kami juga menyediakan lauk untuk nasi aking. Di antaranya, dadar, mendoan, tempe gembus dan kerupuk. Sedangkan untuk penjualannya lumayan laris. Setiap harinya kami bisa menjual sekitar 180 bungkus,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER