31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Jadi Buruan Warga, Nasi Meniran Khas Kajar Ini Ludes Terjual Hanya Dalam 2 Jam

BETANEWS.ID, KUDUS – Waktu baru menunjukkan pukul 6.00 WIB, saat banyak warga berbondong-bondong menuju warung makan milik Sri Wahyuningsih (43). Tempatnya yang berada di gang sempit dan berdekatan dengan hutan itu tak menyurutkan banyak warga datang silih berganti untuk mencicipi Nasi Meniran yang dijual di sana.

Seperti hari-hari sebelumnya, tangan Sri begitu cekatan membungkus nasi yang jumlahnya mencapapai ratusan. Ramainya warung seperti mengajarinya untuk bertindak cepat dan menggunakan tangannya untuk melakukan banyak hal lain di waktu yang sama. Kadang menggoreng aneka gorengan macam tahu isi, bakwan, dan mendoan, terkadang ia juga melayani pembeli yang makan di sana atau dibawa pulang.

Sri sedang membungkus Nasi Meniran khas Desa Kajar yang jadi buruan banyak orang untuk sarapan. Foto: Kartika Wulandari.

Warung yang berada di Desa Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu memang tak pernah sepi pembeli. Bahkan, kuliner Khas Kajar yang dijualnya itu hampir selalu tandas hanya dalam waktu dua jam saja.

-Advertisement-

Sri menjelaskan, jualan Nasi Meniran kuliner yang dirintisnya sejak 2000 itu merupakan makanan khas Desa Kajar yang terbuat dari beras, garam, dan santan yang dimasak. Kemudian setelah matang, nasi akan dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus selama 15 menit.

Baca juga: Getuk Dalangan, Kuliner Legendaris di Kudus yang Sehari Bisa Terjual Seribu Bungkus

“Untuk rasanya memang sama seperti nasi uduk, hanya saja kita mengukusnya dengan daun pisang yang dibungkus dengan ukuran kecil-kecil,” jelasnya, Senin (27/9/2021).

Sri menambahkan, dulu, Nasi Meniran merupakan makanan yang dibawa oleh warga setempat, sebagai bekal makan untuk bekerja di hutan. Seiring berjalanya waktu, Nasi Meniran ternyata disukai oleh semua kalangan, dari anak kecil, dewasa, bahkan warga dari luar Desa Kajar. Mereka rela jauh-jauh ke desa kajar di pagi hari hanya untuk mencicipi kuliner yang dijual di pagi hari itu.

“Karena sekarang banyak peminatnya, saya bisa menjual hingga ratusan bungkus hanya dalam dua jam saja,” ungkap wanita berhijab itu.

Sri juga menjelaskan, untuk lauk atau sayuran pendamping, ia menyediakan botok, pepes, sambal, dan aneka gorengan. Harganya pun sangat murah, yakni hanya Rp 500 saja. Harga itu sama dengan aneka gorengan yang ia sediakan. Sedangkan untuk botok dan pepes harganya Rp 1 ribu.

Baca juga: Nikmatnya Soto Gentong Kudus, Bumbu Rempahnya Nendang Banget

Salah satu pembeli, Abdul (52) mengaku selalu menyempatkan mampir ke warung tersebut saat bersepeda ke Gunung Muria. Menurutnya, Nasi Meniran ini salah satu kuliner yang wajib dicoba saat berada di Desa Kajar.

“Saya sering membeli nasi meniran ini. pokoknya setiap habis sepedaan saya sempatkan untuk mampir dan sarapan di sini,” tandas warga Kecamatan Bae itu.

Jika penasaran dan ingin mencoba makanan tradisional khas Desa Kajar ini, bisa datang setiap hari, dan dianjurkan untuk datang saat pagi hari mulai pukul 5.30 WIB hingga 8.00 WIB. Karena dalam hitungan dua jam saja, Nasi Meniran buatan Sri sudah habis diburu pembeli.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER