BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan sangkar berisi burung perkutut tampak tergantung pada gantang di belakang Rumah Makan Bambu Wulung, Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Ratusan orang di sana, tampak duduk di luar area gantangan yang diberi pembatas tali rafia, sembari menikmati kopi atau teh yang disediakan panitia. Acara tersebut yakni, latihan prestasi (Latpres) yang diadakan oleh komunitas burung perkutut Kung Muria Kudus (KMK).
Usai dibuka oleh Bupati Kudus HM Hartopo dengan pelepasan 200 ekor burung perkutut ke alam liar, secara serentak ratusan orang pecinta perkutut kemudian diam. Di waktu itulah para juri dengan saksama memperhatikan burung nomor berapa yang berbunyi, kemudian mereka memberikan nilai dengan cara memasukkan sedotan ke dalam gelas yang sudah diberi nomor sesuai nomor burung.

Ketua KMK Afdal Alifasa mengatakan, kegiatan Latpres burung perkutut tersebut memperebutkan piala bergilir Bupati Kudus. Sedangkan tujuan diselenggarakan acara tersebut, yakni untuk melestarikan budaya nenek moyang tentang perkutut, agar tetap terjaga hingga anak cucu.
Baca juga: Burung Perkutut Katuranggan Hujan Emas, Dipercaya Bisa Bikin Kaya Pemiliknya
“Perkutut ini kan merupakan warisan nenek moyang kita. Makanya harus kita jaga dan lestarikan untuk anak cucu kita nanti,” ujar pria yang akrab disapa Afdal kepada Betanewsid, Minggu (28/11/2021).
Afdal mengungkapkan, latpres perkutut itu memperlombakan beberapa kategori. Di antaranya, gacoran lokal alam, gacoran bebas, gacoran ternak, layon bebas, serta pemula bebas.
“Nanti yang juara satu, dua, dan tiga berhak tropi, piagam, dan uang pembinaan. Juara empat dan lima dapat tropi dan penghargaan, serta juara enam sampai 10 dapat piagam penghargaan,” bebernya.
Sementara itu, Ahmad Saifullah sesepuh dari KMK menambahkan, di sesi terakhir nanti ada kategori perang bintang. Yakni melombakan setiap pemenang perkutut di setiap kategori. Pemenangnya nanti berhak piala bergilir Bupati Kudus dan uang pembinaan.
“Juaranya nanti dapat piala bergilir Bupati Kudus, serta batu mulia senilai Rp 2,5 juta. Serta berhak uang pembinaan Rp 500 ribu. Yang dapat uang pembinaan Rp 500 ribu tidak hanya yang juara satu, tapi juga juara dua dan tiga. Uang tersebut tadi dari Pak Hartopo, katanya sebagai bentuk dukungan,” ungkap Saifullah.
Selain itu, pihaknyajuga menyiapkan door prize menarik, seperti televisi, mesin cuci, kursi santai, sangkar, pakan, dan lain sebagainya.
Baca juga: Model Sangkar yang Unik dan Penuh Misteri Bikinan Jesi Ramai Diburu Pecinta Burung Perkutut
Acara Latpres perkutut tersebut tuturnya, sangat menarik minat para penghobi perkutut. Hal itu bisa dilihat dari jumlah peserta dan asal mereka. Menurutnya, peserta yang ikut memeriahkan latpres perkutut tersebut ada sekitar 500 orang.
Sedangkan peserta yang datang, kata dia, tidak hanya para pecinta perkutut dari Kota Kretek saja, melainkan ada juga yang datang dari seluruh wilayah eks-Karesidenan Pati, Demak, Kendal, Solo, Sragen dan sekitarnya.
“Bahkan ada dua peserta yang datang dari Malang, Jawa Timur. Mereka datang jauh-jauh dari Malang naik motor ke Kudus untuk ikut memeriahkan dan melestarikan gantangan perkutut ini,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

