BETANEWS.ID, KUDUS – Ahmad Amin Mustafid (36) terlihat sedang membungkus aneka rempah ke dalam alumunium foil berwarna hitam, di teras rumahnya yang berada di Desa Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Siang itu, ia sudah menyelesaikan pengepakan minuman instan yang selanjutnya akan dikirim ke pemesannya itu.
Menurut Mustafid, penjualan minuman rempah memang melonjak semenjak adanya pandemi. Awalnya, usaha yang dimulainya pada 21 Maret 2020 itu hanya menyediakan wedang uwuh saja. Karena usahanya semakin ramai, ia kemudian menambahkan wedang jahe instan, jahe merah, telang, kencur, temuireng, jahe emprit, wedang uwuh, dan jakuwak (jahe kunyit temulawak).

“Awalnya saya menjual pupuk cair, nah karena dulu awal pandemi banyak pelangan pupuk saya yang pesan jahe kepada saya, ya saya carikan dan saya jual, lalu karena semakin laku, akhirnya saya mempunyai ide untuk menjual minuman wedang uwuh instan,” ucapnya, Sabtu (30/10/2021).
Baca juga: Makoju, Camilan Makaroni Sehat yang Pelangganya dari Berbagai Provinsi
Ia mengatakan, wedang uwuh buatannya itu mempunyai isian yang cukup komplet. Sampai saat ini, ia juga masih membuat meinuman instan itu secara manual dengan cara dikeringkan di bawah matahari.
“Isinya cukup komplet, antaranya jahe, kapulaga, secang, temulawak, kunyit, daun cengkeh, kayu manis, garam, sereh, dan rempah-rempah asli gunung muria dan gula batu,” jelasnya
Di tempatnya, ia hanya menyediakan kemasan ukuran 250 gram. Harganya pun cukup terjangkau, yaitu mulai Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu saja.
Baca juga: Pangsit Pakis Bikinan Siswi SMK Ini Tak Hanya Enak dan Gurih, Tapi Juga Menyehatkan
“Untuk ketahanannya karena tidak menggunakan bahan pengawet, jadi hanya bisa bertahan hingga enam bulan saja,” beber Mustafid.
Saat ini, Mustafid melakukan produksi satu bulan dua kali. Dalam setiap produksi masing-masing produk, Amin bisa mengolah hingga 5 kilogram rempah-tempah.
“Karena sekarang peminatnya sudah agak menurun, saya hanya melakukan produksi sebulan dua kali. Untuk pemesanan bisa melalui WhatsApp 0856 4174 7212,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

