31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaKisahDemi Rawat Orangtua,...

Demi Rawat Orangtua, Rita Tinggalkan Usaha di Solo dan Rintis Bakso Rusuk di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS –  Tangan seorang pria begitu cekatan memasukkan bihun dan irisan kol ke dalam mangkuk. Setelah tertata di beberapa mangkuk, ia kemudian mengambil bakso yang ada di dalam panci besar di depannya. Mulanya dia mengambil bakso ukuran kecil dan diakhiri dengan bakso sebesar kepalan tangan orang dewasa. Bakso berukuran jumbo itulah yang membedakannya dengan bakso lain. Soalnya, ada isian tulang rusuk sapi dalam bakso.

Bakso rusuk merupakan menu andalan di kedai Bakso Rusuk dan Mie Ayam Ceker Pramuka. Menurut penjualnya yakni Rita, memilih jualan bakso rusuk karena di Kudus belum ada yang jual.

Beberapa pelanggan sedang menyantap bakso di Warung Bakso Rusuk dan Mie Ayam Pramuka. Foto: Rabu Sipan.

“Bakso rusuk merupakan menu andalan kami. Kami memilih menjual bakso rusuk, karena di Kudus masih sangat jarang yang jual,” ujar Rita Kepada Betanews.id, Senin (22/11/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Menikmati Sedapnya Bakso Rusuk Depan SMA 1 Kudus yang Terjual Seratusan Mangkuk Sehari

Sebelumnya, ia mengaku bersama suami merintis usaha Chinese Food di Solo selama tiga tahun. Namun, karena mertuanya di Kudus sudah sepuh dan sakit-sakitan, mereka pun memutuskan untuk pulang agar bisa merawat mertuanya tersebut.

“Orangtua sudah sepuh dan sering sakit. Sehingga demi memenuhi tanggung jawab dan berbakti kepada orangtua, kami pun memutuskan untuk pulang ke Kudus,” ujar Rita.

Sembari merawat orang tuanya, Rita dan suaminya pun memutar otak agar bisa merintis usaha kembali. Atas saran kakak iparnya, disarankan untuk jualan bakso dan mie ayam. Sebab selain makanan sejuta umat, bakso dan mie ayam tetap nikmat disantap siang dan malam.

“Kami pun menyetujui usulan tersebut. Kami pun mantab jualan bakso dan mie ayam,” beber dia.

Rita menjelaskan, bakso rusuk merupakan tulang rusuk iga sapi yang masih terdapat dagingnya kemudian dibungkus dengan bakso. Bakso pembungkusnya pun terbuat dari daging sapi yang digiling. Sehingga bakso sapi miliknya bisa memberi sensasi menikmati bakso sembari makan daging sapi yang terdapat pada tulang iga.

“Yang jadi kelebihan bakso kami itu murni terbuat dari daging sapi, tanpa campuran daging ayam sama sekali,” beber ibu satu anak tersebut.

Baca juga: Kisah Owner Treend Steak, dari Gagal Berkali-kali Hingga Sukses Punya 7 Cabang

Karena masih jarang dan sensasi rasa yang disajikan menggugah selera, membuat bakso rusuk yang dijual Rita pun mampu menarik minat para pembeli. Hal itu terlihat dari ramainya pembeli yang datang ke Kedai Bakso Rusuk dan Mie Ayam Ceker Pramuka yang berada di Jalan Pramuka, Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

“Sejak buka dua bulan yang lalu peminat dari bakso rusuk datang silih berganti. Cukup laris dan diminati. Harganya juga sangat terjangkau Rp 20 ribu per porsi dan Rp 50 ribu untuk porsi jumbo,” ujar Rita.

Satu di antara pembeli yakni Vida mengatakan, sejak ada bakso rusuk di Kudus ia pun mengaku penasaran. Untuk mengobati rasa penasarannya ia pun datang untuk membeli dan mencicipinya. Karena rasanya enak dan dagingnya sangat terasa, sehingga ia pun datang kembali untuk membeli.

“Saya sudah dua kali menikmati bakso rusuk. Menurutku enak yaa, selain makan bakso kita juga bisa menikmati daging yang ada di tulang iga tersebut. Dagingnya sangat terasa, kuahnya juga sedap dan poll mantap pokoknya. Harganya juga sangat terjangkau, jadi sangat worth it banget ini,” tandas warga Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus tersebut.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler