BETANEWS.ID, SOLO – Aksi vandalisme ‘Cahyo’ yang berada di ikon tarian Gambyong di flyover Purwosari sudah dibersihkan, Rabu (24/11/2021) siang. Pantauan Betanews.id, coretan tersebut sudah dibersihkan dengan cara ditutupi cat berwarna putih.
Kasatpol PP Kota Solo, Arif Darmawan mengatakan, penertiban tersebut dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo dengan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo.
“Kita kemarin koordinasi dengan OPD terkait untuk teman-teman DLH, kemarin kan sesuai dengan tipoksinya (tugas pokok dan fungsi),” kata Arif.
Baca juga: Geram dengan Pelaku Vandalisme, Gibran Buru ‘Cahyo’ Perusak Flyover Purwosari
Hingga saat ini, pelaku aksi vandalisme itu belum ditemukan. Arif mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishib) Kota Solo untuk mencari pembuatnya lewat CCTV.
“Ini masih menunggu gambar dari teman-teman Dishub. Ini kan kalau belum jelas gambarnya, nanti dengan tulisan yang sama kita akan cari, terus tracing. Terus kita cari di CCTV mana, mungkin identitas sudah ketemu,” paparnya.
Area lokasi tersebut, lanjur Arif, juga sering digunakan sebagai tempat nongkrong. Ia mengungkapkan banyak komunitas skateboard yang sering bermain di tempat itu.
Tak hanya di flyover tersebut, rupanya masih banyak lokasi di Solo yang digunakan untuk aksi coret-coret. Salah satunya adalah tembok belakang kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergolong masih baru.
“Belakang UNS itu tembok masih baru. Trotoarnya saja belum jadi malah sudah dicorat-coret seperti itu,” kata dia.
Baca juga: Gara-gara Kasus Narkoba Tinggi, Ratusan ASN di Solo Dites Urin
Untuk fokus mengatasi aksi vandalisme di Solo, Arif mengatakan setelah event-event di Kota Bengawan ini seperti bola dan yang lainnya selesai, pihaknya baru bisa fokus membasmi aksi corat coret ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Hari Prihatno mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menelusuri pelaku aksi vandalisme ‘Cahyo’ melalui CCTV.
“Saya belum ada laporan dari teman-teman Dishub, nanti saya beritahu lebih lanjut,” kata Hari.
Hari menambahkan, melalui CCTV akan membantu jika tempat tersebut terjangkau dengan CCTV. Ia juga mengatakan bahwa sebenarnya petugas keamanan seperti Linmas juga sangat berpengaruh dalam patroli wilayah.
“Jadi siskamling dan kepedulian masyarakat yang tahu sekilas mungkin bisa lapor ke polisi. Itu bisa jadi salah satu peran serta untuk mengurangi vandalisme,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

