Siang itu suasana Kota Lama Semarang begitu ramai. Di ruas jalan terlihat sejumlah kendaraan berlalu-lalang. Di beberapa tempat juga terlihat sejumlah pengunjung mengambil gambar menggunakan kamera. Di tempat inilah, jejak Oei Tiong Ham tergambar. Sejumlah gedung menjadi saksi bisu kejayaan kerajaan bisnis sang raja gula tersebut.

Rukardi, pegiat sejarah di Semarang. Foto: Kaerul Umam

Ditemui di kawasan Kota Lama, pegiat sejarah asal Kota Semarang, Rukardi sudi berbagi kisah tentang kebesaran nama Oei Tiong Ham kepada Tim Liputan Khusus Beta News. Dia menjelaskan, sejumlah literasi menyebutkan Oei Tiong Ham lahir pada 19 November 1866 di Kota Semarang. Dia terlahir dari seorang sengusaha besar bernama Oei Tjie Sien.

Menurut Rukardi, Oei Tjie Sien sejak tahun 1860 sudah memiliki perusahaan dagang bernama Kian Gwan Concern, yang kelak berubah jadi Oei Tiong Ham Concern saat perusahaan itu diwariskan ke Oei Tiong Ham pada tahun 1890.

Banner Ads

Jadi bisnisnya itu semua sektor, betul-betul konglomerat. Oei Tiong Ham Cocern memang sebuah konglomerasi bisnis yang sangat besar di Hindia Belanda pada saat itu. Bahkan disebut-sebut yang terbesar di Asia Tenggara

Rukardi, Pegiat Sejarah di Kota Semarang

“Bisa dikatakan Oei Tiong Ham itu sudah kaya sejak muda. Selain mewarisi perusahaan orang tuanya, Oei Tiong Ham juga kaya dari akitivitas bisnisnya terutama di bidang produksi gula, bahkan dia mendapat julukan sebagai Raja Gula pada masa itu,” ujar Rukardi kepada Tim Liputan Khusus Beta News, beberapa waktu lalu.

Rukardi mengatakan, di tangan Oei Tiong Ham, perusahaan warisan ayahnya itu dibawanya menjadi sebuah konglomerasi besar, dengan kapitalisasi yang sangat besar pula. Awal kejayaan Oei Tiong Ham terjadi ketika dirinya mendapat modal tambahan sebesar 200 ribu Gulden dari seorang mantan konsul Jerman yang berminat untuk membeli rumah milik orang tuanya.

“Konsul Jerman itu memberikan modal dengan perjanjian. Uang itu boleh digunakan Oei Tiong Ham untuk berbisnis apapun. Kalau rugi tidak usah diganti, tapi jika untung sampai 10 kali lipat Oei Tiong Ham harus menyerahkan rumah yang sewa oleh konsul Jerman tersebut,” bebernya.

Tinggalkan Balasan