Nama Oei Tiong Ham telah menjadi legenda di kalangan masyarakat di Indonesia, khususnya di Semarang. Orang yang menyandang gelar Sang Raja Gula itu memiliki perusahaan besar yang bergerak di banyak lini bisnis. Namun, selain gula sebagai komoditas bisnis yang melambungkan namanya, Oei Tiong Ham juga dikenal sebagai penguasa opium. Tak hanya itu, dia juga dikenal sebagai sosok yang gemar berjudi.

Ditemui di gedung Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Guru Besar Jurusan Sejarah, Prof. Wasino sudi berbagi penjelasan kepada Tim Liputan Khusus Beta News, tentang perjalanan bisnis Oei Tiong Ham. Dia mengatakan, merbicara sejarah Oei Tiong Ham, tak bisa lepas dari Kota Semarang sebagai kota dagang.

Pada masa itum kata Prof. Wasino, masyarakat Tionghoa di Semarang telah menjalankan bisnis perdagangan. Meski ditempatkan oleh Pemerintah Hindia Belanda di sebuah wilayah khusus yang disebut pecinan, warga Tiong Hoa tetap bisa menguasai perdagangan di Kota Semarang.

Banner Ads

Di kalangan masyarakat Tionghoa saat itu, judi menjadi semacam tradisi. Ini terlepas dari agama ya, di dalam judi itu ada spekulasi. Dan Oei Tiong Ham bisa mahir berbisnis karena memiliki insting yang kuat.

Prof. Wasino, Guru Besar Jurusan Sejarah Unnes

“Di Semarang kala itu, jaringan perdagangan masyarakat Tionghoa telah terbentuk. Meski ditempatkan di wilayah khusus, bisnis perdagangan mereka tetap bisa jalan,” ujar Wasino saat ditemui beberapa waktu lalu.

Selain lingkungan, katanya, kesuksesan Oei Tiong Ham tentu tidak lepas dari didikan orang tuanya, yakni Oei Tjie Sien. Orang Tua Oei Tiong Ham datang dari Tiongkok dan kemudian menetap di Semarang. Awal memulai usaha, Oei Tjie Sien berdagang kecil-kecilan dari produk pertanian. dan usahanya terus berkembang hingga jadi kaya raya.

Tinggalkan Balasan