Menguasai Perdagangan Opium

Prof. Wasino menjelaskan, selain dikenal dengan Raja Gula, Oei Tiong Ham juga dikenal mempunyai bisnis candu atau opium. Meskipun pemerintah Kolonial Belanda menganggap itu menganggap mengonsumsi opium berbahaya, peredarannya kemudia diawasi. Awalnya bisnis perdagangan opium dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Karena melihat peluang pendapatan pajak dari pedagangan opium, pemerintah kolonial kemudiam menerapkan sistem pembayaran pajak opium.

“Tetapi saya ingin jelaskan dulu ya, jadi konsep candu itu tidak buruk seperti sekarang. Dan sampai sekarang di Belanda kan begitu. Jadi yang namanya opium itu bisnis opium legal. Dan itu dikenakan pajak oleh Pemerintah Belanda yang namanya Opiumpah. Namanya pah-pah itu ya kayak pajak,” ungkapnya.

Oei Tiong Ham mulai bisnis opium sejak awal 19. Melihat peluang untuk memonopoli perdagangan candu, dirinya mengikuti lelang dan akhirnya memenangkan. Dari bisnis candu itulah, Oei Tiong Ham diberikan izin oleh pemerintah untuk menguasai perdagangan candu di tanah Jawa.

Banner Ads

“Maaf ya, dalam tanda petik orang Tionghoa itu banyak bermain dalam bisnis itu (judi). Anda tahu siapa yang mengkonsumsi opium? Ya mereka pekerja-pekerja di pabrik gula. Orang Jawa-Jaawa juga, mandor-mandor pegawai di pabrik gula itu, kalau habis bayaran terus nyerot opium, lurah-lurah itu nyerot opium juga,” bebernya.

“Sistem lelang, jadi siapa yang mampu membeli, kalau sekarang itu semacam frenchise. Artinya menguasai sebuah wilayah untuk perdagangan, atau monopoli sebuah wilayah untuk perdagangan tertentu. Misalnya opium itu dia akan mendapatkan wilayah dagang dengan tawaran tertinggi, karena itu lelang,” ungkap Rukardi.

Karena pada masa itu hanya pribumi kalangan tertentu yang bisa membeli opium, di antaranya para mandor dan lurah. Wasino menduga, candu tersebut tidak lepas dari kepentingan Belanda agar para pekerja terikat dengan perusahaan, karena kecanduan opium.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rukardi, pegiat sejarah di Kota Semarang. Menurutnya, dalam satu episode hidupnya Oei Tiong Ham pernah menjalani hidup senagai pather madat. Sebelum era abad 20, madat diperdagangkan dengan cara lelang.

Tinggalkan Balasan