Kota Semarang pernah memiliki tokoh yang dikenal sangat kaya raya. Bahkan, nilai kekayaannya pernah ditaksir mencapai 200 juta Gulden. Dia adalah Oei Tiong Ham, Raja Gula yang menjadi orang terkaya di Asia Tenggara masa masa kolonial Belanda.

Ayahnya, Oei Tjie Sien, adalah seorang pengusaha totok yang berasal dari daerah Tong An di Fujian, Tiongkok. Sedangkan, Ibunya, Tjan Bien Nio, adalah seorang Peranakan kelahiran Jawa dari keluarga menengah.

Rukardi, pegiat sejarah di Semarang. Foto: Kaerul Umam

Kepada Tim Liputan Khusus Beta News, pengamat sejarah di Kota Semarang, Rukardi meneyebut, sebelum Oei Tjie Sien meninggal, dia melihat kemampuan Oei Tiong Ham yang terampil dalam berbisnis. Hal itulah yang membuat ayahnya menyeahkan perusahaan Kian Gwan untuk dikelola.

Banner Ads

Yang menarik ini adalah pengganti dari Oei Tjong Houw ini adalah anak bungsu dari Oei Tiong Ham. Bahkan si anak ini kalau tidak salah namanya Oei Tjong Tjai ini ketika Oei Tiong Ham meninggal dia masih dalam

Rukardi, Pengamat Sejarah

Sedangkan Oei Tjing Ping, adik Oei Tiong Ham, juga diberikan aset tanah yang tersebar di beberapa tempat di Kota Semarang.

Selain mahir di dunia bisnis, Oei Tiong Ham juga dikenal mempunyai banyak istri. Rukardi mengatakan, Oei Tiong Ham mempunyai delapan istri dan dikaruniai 26 anak dan belasan gundik.

“Dari 26 anak tersebut, 13 anak di antaranya laki-laki dan 13 lainnya perempuan,” jelas Rukardi saat ditemui di Semarang beberapa waktu lalu.

Namun, dari sekian banyak istri dan anaknya itu, Oei Tiong Ham tak serta merta membagi kekayaannya itu secara rata. Dia memilih anaknya yang dianggap punya ketrampilan berbisnis untuk meneruskan kerajaan bisnis Oei Tiong Ham Concern yang ia bangun.

Tinggalkan Balasan