BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 679 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus resmi diwisuda pada Sabtu (30/10/2021). Berlokasi di GOR IAIN Kudus, sidang senat terbuka berlangsung dengan agenda wisuda ke-30 program sarjana dan wisuda ke-12 program pascasarjana.
Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, pelaksaan wisuda dilakukan secara terbatas. Yakni, hanya wisudawan yang diperbolehkan hadir. Sedangkan orang tua maupun keluarga tidak diizinkan untuk hadir mendampingi.
Kemudian wisudawan juga disyaratkan sudah vaksin, minimal dosis pertama. Seluruh wisudawan yang hadir juga harus dicek suhu terlebih dahulu sebelum mengikuti prosesi wisuda. Mereka pun diwajibkan mengenakan masker dan menjaga jarak.

Baca juga : Siapkan Kuliah Tatap Muka, IAIN Kudus Gelar Vaksinasi untuk Mahasiswa
“Kita berharap, wisuda pertama setelah pandemi secara offline dan terbatas ini tidak ada masalah. Kita mesti terus menjaga diri dan sekaligus berkomitmen mendukung program pemerintah, agar pandemi segera berakhir dan perkuliahan tetap berlangsung,” kata Mudzakir, Sabtu (30/10/2021).
Kepada ratusan wisudawan, ia berpesan bahwa di tengah ketatnya persaingan merebut pasar kerja, mahasiswa diminta harus mempunyai kompetensi yang dapat diandalkan.
“Pendidikan dan pengalaman selama menjalani kuliah di IAIN Kudus dapat menjadi bekal bagi wisudawan maupun wisudawati, baik dalam berfikir dan bertindak, sebagai insan intelektual yang mengedepankan perilaku yang bermartabat dan berbudaya,” jelasnya.
Ia meminta para wisudawan juga harus memiliki life skill, kejujuran, kepercayaan dan karakter yang kuat sebagai generasi milenial berkarakter.
“Diharapkan mampu memanfaatkan peluang dan akses pekerjaan baru yang tidak dikenal sebelumnya dengan berbagai teknologi digital,” sambungnya.
Untuk diketahui, dari 679 wisudawan tersebut, 645 di antaranya berasal dari program sarjana dan 34 lainnya dari program pascasarjana. Rinciannya, 348 orang dari Fakultas Tarbiyah, 34 orang dari Fakultas Syariah, 36 orang dari Fakultas Ushuluddin, 147 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
Kemudian ada 80 orang dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, serta dari program pascasarjana ada sebanyak 34 wisudawan.
Dalam prosesi wisuda, wisudawan terbaik dari 29 program studi mengawali prosesi pemindahan kuncir toga tersebut. Diikuti dengan 18 wisudawan tahfidz lainnya.
Wisudawan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada program sarjana diraih oleh Nurul Isroiyyah, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dengan IPK 3,92. Sedangkan pada program pascasarjana diraih oleh Khusnun Nisa’ prodi Manajemen Pendidikan Islam dengan IPK 3,96.
Baca juga : IAIN Kudus Wisuda 811 Mahasiswa Secara Online
Sementara itu, Wakil Rektor I Supa’at mengatakan, prosesi wisuda secara offline tersebut merupakan perwujudan aspirasi mahasiswa yang menginginkan wisuda dilaksanakan secara offline.
Dilarangnya orang tua maupun keluarga mendampingi serta penerapan protokol kesehatan ketat, menjadi dasar IAIN Kudus menggelar pelaksanaan wisuda secara offline.
“Faktanya keinginan kuat mahasiswa untuk pelaksanaan wisuda secara offline, maka kita mengambil jalan tengah. Bahwa, wisuda dilaksanakan secara offline tanpa keluarga dan pendamping, sehingga tidak ada rombongan,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

