BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H, Masjid Agung Kudus mengadakan kegiatan khitan massal gratis. Total ada 175 anak dari Kudus yang mengikuti kegiatan tersebut.
Anggita Abimanyu Pradikta (11) salah satunya. Anak lelaki asal Desa Barongan, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus itu merasa senang bisa disunat pagi itu. Tidak ada raut wajah sedih atau takut saat dikhitan.
“Seneng bisa dikhitan. Nggak takut, nggak sakit. Biasa aja,” katanya selepas dikhitan, Selasa (19/10/2021).
Berjalan hati-hati setelah dikhitan, cerita Abi, ia diminta tim dokter untuk beristirahat sesampainya di rumah. Ia dilarang untuk melakukan aktivitas berat.
Baca juga: 175 Anak Ikuti Khitan Massal di Masjid Agung Kudus
“Iya tadi disuruh untuk istirahat dulu. Tapi ini nggak papa kok,” ungkapnya.
Rasa senang pun disampaikan Rizki Hariyanto. Anak lelaki berusia 10 tahun dari Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota itu juga merasa senang akhirnya bisa dikhitan.
“Senang, tadi pas dikhitan nggak sakit,” ceritanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW Masjid Agung Kudus Handoko menjelaskan, kegiatan khitan massal ini merupakan kegiatan rutinan yang setiap tahun diadakan. Kuota peserta pun terus bertambah. Bila di tahun sebelumnya disediakan sekitar 150 kuota, tahun ini ada 175 kuota.
Pihaknya pun menceritakan bahwa antusias peserta khitan tahun ini sangat tinggi. Dalam kurun waktu satu jam, pendaftaran langsung penuh.
Demi menaati peraturan pemerintah terkait protokol kesehatan, kegiatan khitan ini dilakukan dalam tiga tahap. Terlebih Kudus saat ini masih level 3 PPKM Jawa-Bali.
“Kegiatan ini kita bagi tiga tahap. Tahap pertama pukul 07.00-08.30 untuk 60 anak. Tahap kedua dari pukul 08.30-09.30 60 anak. Yang tahap ketiga, dari pukul 09.30 sampai selesai ada 55 anak,” jelas Handoko.
Baca juga: Peringati Maulid, Bupati Ingatkan Hadis Nabi Soal Cara Hadapi Wabah
Suksesnya acara khitan massal ini, dikatakan Handoko juga atas campur tangan banyak pihak. Baik dari banyak donatur hingga dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kudus.
Mereka yang mengikuti khitan dikatakan Handoko tidak dibatasi usia. Siapa saja yang ingin dikhitan bisa langsung mendaftar, asal kuota masih terpenuhi.
“Tapi kalau biasanya ada yang dari luar Kudus, tahun ini kita batasi hanya dari Kudus sendiri. Kita berharap tahun-tahun selanjutnya bisa terus ada,” ungkapnya.
Di samping itu, pihak penyelenggara dijelaskan Handoko juga memberikan fasilitas bagi para peserta. Yakni memberikan baju muslim, tas, sandal, uang saku, dan obat-obatan.
Kemudian, atas kegiatan ini Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua donatur dan semua pihak yang menyukseskan kegiatan khitan massal tersebut. Pihaknya pun sangat mengapresiasi kegiatan rutinan yang dilakukan pihak Masjid Agung Kudus itu.
“Kita sangat apresiasi dan berterima kasih sekali atas nama pemerintah kabupaten Kudus. Karena dengan adanya kesadaran dan adanya kegiatan rutin semacam ini dan bantuan dari semua donatur yang ikut memberikan kontribusi, menjadi semangat anak-anak untuk mau dikhitan,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

