BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebut capaian vaksinasi di Solo sudah 91 persen. Dengan capaian ini, ia menargetkan vaksinasi bisa selesai pada akhir September ini.
“PR-nya tinggal ibu hamil, murid-murid ada 73 ribu, ada lansia juga yang masih belum bisa divaksin, mungkin karena ada komorbid atau penyakit lain. Kita akan kejar. Ya moga-moga akhir bulan bisa selesai semua. Stok vaksinnya memadai, booster untuk nakesnya juga sudah jalan,” tuturnya saat meninjau vaksinasi massal di Politeknik ATMI Solo, Sabtu (4/9/2021).
Dengan capaian vaksinasi ini, ia mengatakan kekebalan kelompok di kota yang dipimpinnya itu sudah mulai terbentuk. Itu dibuktikan dengan terus menurunnya angka kasus harian Covid-19.
“Namun Herd Immunity ini juga tergantung wilayah aglomerasi Solo Reaya,” tambah Gibran.
Baca juga: Menko PMK Muhadjir Minta Kepala Daerah Tidak Stok Vaksin
Saat ini, pihaknya juga tengah menyiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di perguruan tinggi. Kampus yang sudah siap menjalankan PTM adalah Politeknik ATMI (Akademi Tehnik Mesin Industri) Solo dan Universitas Sebelas maret (UNS).
“Rencananya tanggal 13 (September) Politeknik ATMI sudah mulai PTM. Kampus lain udah persiapan juga, kaya UNS minggu depan udah siap,” tuturnya.
Soal vaksinasi di Politeknik ATMI Solo, Ketua Yayasan Karya Bakti Surakarta, Istanto Pramudja menambahkan, vaksinasi akan digelar selama empat hari mulai Sabtu hingga Rabu pekan depan. Dirinya menargetkan peserta vaksin berjumlah 4 ribu orang.
“Vaksinasi ini dari banyak pihak seperti asosiasi alumni, Salim group, PT ATMI, dan Politekni ATMK, supaya masyarakat, siswa, mahasiswa terlayani. Ini terbuka untuk masyarakat. Vaksin ini untuk non KTP, jadi bukan hanya Solo Raya, jadi siapa yang bisa mengakses diberi kemungkinan itu,” tuturnya.
Baca juga: Pantau Vaksinasi Lansia Kelompok Rentan, Gibran : ‘Aman Semua, Tidak Usah Takut’
Dirinya mengungkapkan, antusias pendaftar sangat tinggi. Sayangnya, dari 9 ribu pendaftar yang ikut, hanya dipilih 4 ribu peserta saja yang bisa mendapatkan vaksin.
Istanto mengatakan, mahasiswa dan murid yang berada di yayasannya juga sudah banyak yang mendapatkan vaksin. Oleh karena itu, Politeknik ATMI dan juga SMK Mikael segera dapat melaksanakan PTM secepatnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

