Rokok kretek merek Bal Tiga milik Nitisemito di Kudus telah dirintis sejak awal tahun 1900-an. Pada masa penjajahan Belanda itu, perusahannya tersebut mencapai masa keemasan sekitar tahun 1930. Saat itu, perusahaan tersebut melakukan promosi yang bisa dikatakan melampaui zamannya. Bahkan hingga kini, sejumlah metode promosi masih dilakukan perusahaan di masa sekarang.

Hadiah rokok Bal Tiga. Foto repro: Kaerul Umam

Ditemui di kediamannya, Desa Langgar Dalem, Kecamatan Kota, Kudus, Yudi Ernawan Soemadji, cucu Nitisemito, sudi menjelaskan cara kakeknya mempromosikan produk rokok. Kepada Tim Liputan Khusus Beta News, dia menceritakan cukup rinci metode pemasaran yang dilakukan perusahaan rokok Bal Tiga.

Menurut pria yang akrab disapa Wawang, di masa penjajahan di mana teknologi belum secanggih sekarang, Media informasi juga masih sangat terbatas, Nitisemito mampu membuat terobosan dalam memasarkan Rokok Kretek Bal Tiga hasil produksinya. Dia juga dianggap visioner, mampu berfikir melampui zamannya.

Eyang Niti juga pernah menyewa pesawat yang tentu harganya tidak murah, hanya untuk menyebar brosur rokok kretek Bal Tiga

Yudi Ernawan Soemadji, cucu Nitisemito

“Para ahli advertising masa kini, dan masyarakat pun kagum dengan apa yang dilakukan oleh Eyang Nitisemito dalam memasarkan Rokok Kretek Bal Tiga pada masa itu. Bahkan cara pemasaran Eyang Nitisemito ada yang masih banyak digunakan oleh para pengusaha hingga sekarang. Padahal kurun waktunya hampir satu abad silam,” ujar Wawang.

Tinggalkan Balasan