Rumah kembar yang dibangun Nitisemito merupakan saksi bisu kejayaan Raja Kretek Nitisemito dan perusahaan rokok Bal Tiga pada zamannya. Tak hanya itu, rumah yang dibangun tersebut hingga kini masih menjadi pertanyaan masyarakat, apakah benar lantai ‘istana’ kembar tersebut terbuat dari koin Golden?

Kepada Tim Liputan Khusus Beta News, cucu Nitisemito, Yudi Ernawan Soemadji, mengungkapkan kebenaran desas-desas di masyarakat tentang lantai rumah kembar yang dibangun kakeknya silam. Dia mengatakan, rumor tersebut tidak benar. Namun, dimengatakan, isu itu tak lepas dari ide kakeknya dalam melakukan perlawanan terhadap Belanda.

“Jadi gini, itu ada kaitannya dengan perlawanan terhadap Belanda. Eyang Niti terinspirasi dari pidato-pidato Bung Karno, agar rakyat Indonesia bersatu melawan Belanda. Jadi lantai terbuat dari koin Golden itu ide dari Eyang Niti sebagai bentuk perlawanan terhdap penjajah,” ujar Wawang, sapaan akrab Yudi Ernawan, beberapa waktu lalu.

Itu cara yang bisa dilakukan Eyang Niti. Kalau membuat spanduk, atau melakukan perlawanan terbuka, kan imbasnya bisa ke pabrik rokok

Yudi Ernawan, cucu Nitisemito

Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan membuat lantai rumahnya, tepatnya di ruang tamu, koin Golden bergambar Ratu Wilhelmina (Ratu Belanda) akan terinjak siapa pun yang datang bertamu ke rumah kembar. Masyarakat desa pun bisa menginjak gambar Ratu Belanda tersebut, sebagai bentuk perlawanan penjajahan.

“Itu cara yang bisa dilakukan Eyang Niti. Kalau membuat spanduk, atau melakukan perlawanan terbuka, kan imbasnya bisa ke pabrik rokok. Sedangkan di Bal Tiga itu kan punya ribuan karyawan, jadi caranya seperti itu,” ungkap Wawan, sesuai cerita dari keluarganya.

Namun, katanya, ide tersebut urung dilaksanakan karena terlebih dulu terdengar oleh pemerintah kolonoial saat itu. Nitisemito dilarang untuk membuat lantai terbuat dari koin Golden, karena bisa dianggap merendahkan Ratu Belanda.

“Entah siapa yang membocorkan, keluarga tidak tahu. Namanya saja mata-mata kan ada di mana-mana. Tapi itu sudah hampir dilakukan, tapi keburu ketahuan,” katanya.

Meski belum sempat melakukan ide tersebut, Wawang meyakini, kakeknya mampu membuat lantai dari uang Golden meski membutuhkan koin yang tak sedikit. Pada masa kejayaan bisnis kakeknya, dengan kekayaan yang dimiliki saat itu diyakini ide tersebut mudah untuk dilakukan.

Tinggalkan Balasan