31 C
Kudus
Kamis, Februari 29, 2024

Ini Makna Tradisi Wiwit Kopi yang Dilakukan Petani di Pegunungan Muria

BETANEWS.ID, KUDUS – Nasi beserta lauk yang ditata memanjang di atas daun pisang itu mulai dikerubuti belasan orang yang sudah menunggu di salah satu perkebunan kopi, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Mereka tampak khusuk menengadahkan tangan mengikuti pembacaan doa yang dilakukan oleh seorang pria berkaus merah.

Saat pembacaan doa selesai, mereka tampak lahap memakan nasi berlauk ayam goreng, sate, dan sayuran itu. Bagi mereka, acara setahun sekali itu musti dirayakan dengan khidmat dan penuh doa. Karena itu merupakan sarana petani kopi mengucapkan syukur kepada Sang Pencipta atas berkah panen kopi di Lereng Muria.

Acara petik kopi dalam rangkaian Tradisi Wiwit Kopi di Pegunungan Muria. Foto: Kartika Wulandari.

Salah satu petani kopi, Sukaryo (65) menjelaskan, wiwit kopi adalah tradisi rutin yang dilakukan satu tahun sekali. Seperti namanya, wiwit artinya memulai yang berarti tradisi sebelum panen kopi.

Baca juga: Melihat Tradisi Wiwit Kopi di Lereng Pegunungan Muria di Masa Pandemi

“Acara ini selalu dilakukan oleh petani kopi Desa Colo sebagai bentuk rasa syukur kami terhadap hasil panen kopi kita tiap tahunnya,” jelasnya, Minggu (27/9/2021).

Untuk rangkaian acara tradisi ini, lanjut Karyo, biasanya para petani akan mengajak anak, cucu, dan kerabat dekat untuk ke kebun kopi. Kemudian mereka akan berdoa dan makan bersama.

“Setelah berdoa dan makan bersama, biasanya kami juga memberikan satu besek makanan dan membakar menyan di salah satu pohon kopi. Hal ini sebagai bentuk meminta keselamatan, meminta agar pohon kopi selalu subur, dan bentuk terima kasih kepada penunggu yang ada di kebun kita,” ucapnya.

Menantu Sukaryo, Triyanto R Soetardjo menambahkan, untuk kegiatan ini, biasanya dilakukan mulai bulan Juli sampai September. Tetapi karena kebun milik mertuanya itu berada diketinggian, jadi baru bisa dipanen akhir September.

Baca juga: Petani Kopi Kini Bisa Jual Hasil Panen ke Goodang Kopi Muria dengan Keuntungan 20 Persen

Untuk kegiatan ini, lanjut Rian, biasanya para petani melakukannya secara pribadi. Tetapi ada juga yang dilakukan per desa, sebagai kegiatan perayaan untuk guri-nguri tradisi, dan mengenalkan tradisi ini ke masyarakat luas.

“Untuk panen tahun ini alhamdulillah kopinya bagus. Hasil panen kopi juga mempunyai siklus, biasanya tiga tahun bagus, nanti tahun depannya kurang bagus, dan tahun berikutnya nanti bagus lagi gitu,” ucapnya.

Rian juga berharap, sebagai perwakilan petani kopi, semoga petani semakin semangat untuk bertani, bisa lebih sejahtera, dan ke depan Kopi Muria bisa menggaung di dunia perkopian.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER