Cerita Rudy yang Rela Keluar dari Pekerjaan dan Kini Sukses Bisnis Bibit Tanaman Buah

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pandemi membuat perusahaan Rudy bekerja mengalami kemunduran. Beberapa karyawan kena PHK dan sebagian yang lainnya dikurangi jam kerjanya.

Terhitung sejak 2020, Rudy mengambil risiko yang besar. Dia memutuskan keluar dari pekerjaannya, lantaran kondisi perusahaan yang tak bisa diharapkan saat pandemi.

Rudy sedang mengecek bibit tanaman alpukat. Foto: Dafi Yusuf.

Baca juga : Bisnis Tanaman Hias yang Hingga Kini Masih Menjanjikan

-Advertisement-

Rudy yang merupakan warga Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal itu memilih untuk menekuni bisnis pertanian yang sebelumnya juga pernah dia lakukan.

“Sebenarnya 2016 pernah mencoba bisnis cabai tapi waktu itu belum serius. Kali ini saat pandemi mulai serius karena jadi pemasukan utama keluarga,” jelasnya di kebun miliknya yang diberi nama BCL, Senin (20/9/2021).

Awalnya, dia tak berpikir jika tanamannya itu bakal laku banyak. Dia sempat kaget saat pertama menjual tanaman jeruk yang mempunyai laba cukup banyak. Saat itulah, dia memulai memantapkan diri.

“Ya saya awalnya itu disuruh jualin jeruk saudara saya, ternyata labanya banyak. Akhirnya saya tertarik juga, ” ujarnya.

Selain keuntungannya cukup banyak, dia memilih menjadi pedagang bibit karena bagus untuk prospek jangka panjang dan hobi.

“Apalagi kegiatan menanam sekarang lagi digandrungi masyarakat seiring dengan pandemi Covid-19, ” katanya.

Menurutnya, banyak orang yang suka menanam dan berkebun, apalagi jenis buah-buahan. Jika tak berbisnis mulai sekarang, dia meyakini tak akan mempunyai masa pensiun yang baik.

“Saya juga menyiapkan untuk masa pensiun dan masa tidak produktif, mengingat usia saya sudah mau memasuki 50 tahun,” ucapnya.

Biasanya, lanjutnya, para pedagang bibit mengeluh terkait harga dari pemasok yang terlalu tinggi. Tetapi Rudi mengaku bahwa harga dari pemasok sejauh ini masih normal.

“Harganya masih normal. Lagipula kalau masalah harga kita masih kalah dengan Jawa Timur dan Jogja yang memiliki banyak petani, sehingga produksi banyak dan harganya lebih murah,” katanya.

Baca juga : Kisah Iwan, Dulu Kuli Bangunan, Kini Jual Tanaman Hasil Sehari Bisa Jutaan Rupiah

Setelah berjualan sejak 2020, Rudi mengaku jika penghasilan yang didapat dari bisnis tanaman bisa memenuhi kebutuhan dirinya. Bahkan, sampai saat ini dia sudah mempunyai dua lokasi kebun di Semarang dan Kendal.

“Untuk omzet, Insya Allah kebutuhan primer bisa terpenuhi, meskipun untuk kebutuhan sehari-hari lain atau sekunder masih belum,” paparnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER