31 C
Kudus
Selasa, September 21, 2021
spot_img
BerandaKulinerBebek Bumbu Hitam...

Bebek Bumbu Hitam Khas Madura Ini Bikin Penikmatnya Pengen Tambah Nasi Terus

BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebuah warung, yang terletak di Desa Kramat, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus, terlihat seorang pria sedang menggoreng bebek. Ia terlihat membolak-balikkan bebek hingga akhirnya berwarna kuning keemasan. Setelah matang, ia pun meniriskan bebek dan ia letakan di atas piring.

Setelah itu, bebek goreng tersebut diletakkan di atas piring rotan berisi nasi dan sayur lalapan. Penyajian itu diakhiri dengan membubuhkan bumbu hitam dari wajan besar yang diletakkan di atas bebek.

Warung Bebek Goreng Manda Bumbu Hitam yang berada di Desa Kramat Kudus. Foto: Kartika Wulandari.

Menurut Pemilik Bebek Goreng Manda Bumbu Hitam, Ferdiansyah Yanuar Prakosa (22) bumbuh hitam itu memang menjadi andalan warungnya dalam menarik pembeli. Ia menjelaskan, bumbu hitam ini merupakan bumbu khas Madura Jawa Timur yang terbuat dari rempah-rempah. Pembuatannya harus direbus dengan minyak bebek selama dua jam.

- Ads Banner -

Baca juga: Ayam Tempayan Bundara, Dimasak dengan Cara Unik dan Rasanya Khas Banget

Kemudian untuk bahan-bahan rempah yang digunakan antaranya jahe, laos, lengkuas, miri, tumbar, dan bumbu-bumbu rahasia.

“Kalau rasa asli bumbu hitam cenderung asin, tapi di sini saya kreasikan untuk menyesuaikan lidah masyarakat kudus yang cenderung suka manis,” jelasnya, Kamis (09/9/2021).

Selain mengandalkan bumbu hitam, Ferdi juga mengklaim bahwa bebek di tempatnya itu empuk dan gurih. Cara memasaknya juga berbeda, yaitu dimasak dengan rempah-rempah sehingga tidak amis. Selain bebek, Lanjut Ferdi, ia juga menyediakan ayam, tahu, tempe, terong, kol goreng, dan jeroan.

Baca juga: Bisnis Ayam Guling Non-Kolesterol Pertama di Kudus yang Begitu Menjanjikan

“Kalau untuk harganya di sini cukup terjangkau, mulai dari Rp 1 ribu hingga Rp 25 ribu. Dan untuk harga paket nasi ada dua, yaitu nasi bebek Rp 25 ribu dan nasi ayam Rp 17 ribu,” beber Ferdi.

Bagi yang penasaran, Ferdi kini punya dua cabang warung yaitu di Desa Kramat dan Desa Mlati Kidul. Sedangkan pejualannya sehari bisa menghabiskan hingga 10 ekor bebek. Kemudian, untuk jam bukanya, Ferdi membuka warung miliknya setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB.

“Kami juga sudah tersedia di Grab dan Kopdar untuk pemesanan onlinenya,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler