BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapatkan aduan adanya guru SDN 54 Laweyan yang tidak mengenakan masker. Gibran mengaku, mendapatkan aduan tersebut melalui pesan Direct Message (DM) di Instagram pada Jumat (24/9/2021) lalu.
Mendapat laporan itu, Gibran langsung memerintahkan Dinas Pendidikan Kota Solo dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo untuk tes swab di sekolah tersebut pada Senin (27/9/2021).
“Harusnya guru kasih contoh, ini kok malah tidak pakai masker. Ada orang tua yang pas ambil rapor, terus memfoto guru yang tidak pakai masker itu. Ya sudah, kita swab aja sekalian, biar tidak timbul klaster,” ujar Gibran ketika ditemui di Kantor Walikota, Senin (27/9/2021).

Baca juga : Gibran Perintahkan DKK untuk Testing Acak di Sekolah
Gibran mengatakan, bahwa pihaknya sudah memperingatkan mengenai protokol kesehatan bagi para guru.
“Ini juga sebagai teguran sekolah-sekolah lain, jangan seperti itu. Kalau kemarin laporannya itu, pas ambil rapor. Tapi ditulis dalam pesan singkat itu, kalau sebelum-sebelumnya guru tersebut memang kalau ngajar nggak pakai masker,” sebutnya.
Untuk mengantisipasi adanya pelanggaran serupa terjadi di sekolah lain, Gibran mengimbau kepada orang tua siswa, untuk melapor ketika mendapati ketidaktaatan protokol kesehatan.
“Laporan langsung ke saya boleh, ke kepala sekolah boleh, ke pengawas boleh. Ya ini yang terahkir lah kejadian kayak gini, jangan sampai terjadi lagi,” ujarnya.
Ditanya soal sanksi, Gibran enggan menyebutkan. Selanjutnya, jika pelanggaran serupa terjadi kembali, dirinya menegaskan bakal memberikan sanksi yang lebih berat.
Sementara itu ditemui di SD N Laweyan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, test swab diikuti oleh 171 orang yang dibagi menjadi dua shif. Test swab tersebut menyasar para siswa dan guru serta karyawan sebagai langkah preventif.
Baca juga : Nekat Gelar PTM, Gibran Langsung Perintahkan Swab untuk Siswa dan Guru SMP Al Irsyad
Siti menambahkan, bahwa pihaknya akan melakulan tes swab secara acak di sejumlah sekolah yang ada di Solo, guna mengantisipati klaster baru di sekolah.
“Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk sekolah dan keluarga. Kalau di sekolah aman, tapi kalau di keluarga tidak aman ya nanti juga masalah,” tambahnya.
Dari test swab antigen yang digelar pada Senin pagi tersebut, ditemukan hasil negatif untuk 171 sampel yang diambil.
Editor : Kholistiono

