BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita terlihat sedang menumis bawang merah di dalam wajan. Setelah bawang mulai menguning, ia pun memasukkan ayam, wortel, dan kentang. Wanita yang diketahui bernama Luthfiatun Isfah (35) itu rupanya sedang membuat isian risol bakar.
Setelah matang, isian itu kemudian diangkat dan didinginkan. Sambil menanti, ia menyiapkan kulit risol yang sudah dibuat sebelumnya. Proses selanjutnya tentu mengisi kulit itu lalu digulung untuk kemudian dibakar di atas teflon.

Di usaha yang baru dirintisnya tiga bulan lalu itu, Luthfia masih tak menyangka jika ide membuat risol bakar berujung banyak orang yang penasaran dan kemudian memesan padanya. Merintis jualan jajanan itu ia lakukan setelah usaha penjualan baju dan hijab yang digelutinya selama beberapa tahun kini sepi terimbas pandemi.
Baca juga: Risol Bakar, Jajanan Tak Lumrah yang Laris Manis di Kudus
“Setelah lebaran kemarin, penjualan mulai sepi karena angka Covid-19 di Kudus sempat meningkat. Akhirnya saya mencoba usaha sampingan kuliner,” ucapnya, Jumat (20/8/2021).
Dia menjelaskan, risol bakar itu merupakan resep turunan dari neneknya, yang sudah menjadi jajanan khas di keluarganya. Meski sudah menggunakan resep turun menurun, Luthfia mengaku pernah mengalami kegagalan soal rasa isian. Setelah mencoba beberapa kali, kini ia sudah mempunyai takaran yang pas untuk isian risol bakarnya.
“Awal membuat, pernah gagal di rasa isian. Jadi kadang asin, kadang hambar, terus kulit risolnya juga pernah ketebalan karena kurang cair. Tetapi sekarang alhamdulillah sudah bisa,” ujarnya.
Baca juga: Kisah Wandud, Mantan Kuli Bangunan yang Sukses Usaha Bonsai Taman
Karena makanan buatannya ini unik dan baru ada pertama kali di Kudus, peminatnya pun cukup banyak. Dengan harga Rp 3.500 per buah, ia bisa meraup omzet hingga Rp 1 juta sebulan.
“Untuk penjualannya saya membuat sistem PO (pre order) satu minggu dua kali melalui WhatsApp di 0857 2723 3133. Alhamdulillah per kloter bisa menerima pesanan hingga ratusan risol,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

