BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana membuka sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Senin, (30/8/2021). Langkah itu diambil menyusul penanganan Covid-19 di Kudus turun menjadi PPKM Level 2 dan angka kasus Covid-19 yang saat ini di bawah 30.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuno Widodo mengatakan, PTM dapat digelar dengan syarat, setiap sekolah harus memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas terkait kegiatan PTM nanti.
Baca juga : Ganjar Izinkan Sekolah di Jateng Gelar PTM Mulai 30 Agustus, Ini Syaratnya
“Jika (SOP) sudah terpenuhi semua, sekolah bisa melakukan PTM. Rencananya minggu depan, entah Senin atau kapan. Insya Allah akan kita lakukan serentak, dengan kapasitas siswa terbatas,” jelas Harjuno, usai meninjau uji coba PTM di SMPN 4 Kudus, Jumat (27/8/2021).
Pihaknya pun menjelaskan, bahwa SD yang ada di Kudus yang jumlahnya 390 dan SMP sebanyak 50, baik swasta maupun negeri, sudah siap melakukan kegiatan PTM.
“Semua SD dan SMP sudah siap. Hari ini simulasi PTM ada di tiga tempat. SMP 2 Mejobo, SMP 4 Kudus dan SD 1 Jepang. Kalau ini sukses, PTM akan kita lakukan secara bertahap,” terangnya.
Bupati Kudus HM Hartopo juga mengatakan, bahwa minggu depan kegiatan PTM akan mulai dilakukan. Pihaknya mengingatkan, dalam melakukan PTM harus ada Satgas Covid yang berjaga dan memantau pergerakan siswa. Mulai dari pintu gerbang sekolah, hingga siswa masuk kelas mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Minggu depan saat sudah mulai masuk, SOP harus sudah jelas. Harus ada SOP dan harus benar-benar diterapkan. Kalau melanggar, tidak boleh masuk sekolah. Nanti kalau mereka semua (sekolah) sudah siap, biar dipantau Pak Asisten I. Koordinasi dengan Pak Harjuno,” kata Hartopo.
Lebih lanjut, Hartopo mengingatkan, setiap siswa yang masuk harus dicek suhu dan mencuci tangan. Pihaknya tak mau kecolongan, apabila saat pengecekan suhu ada yang melebih 37°C, siswa tersebut harus beristirahat selama setengah jam di ruangan khusus observasi. Kalau panasnya tidak turun, tindak lanjutnya harus ditesting antigen.
“Di sekolah dipastikan harus jaga jarak. Setiap masuk ke kelas, siswa diingatkan tentang covid. Agar anak-anak bisa tahu bagaimana cara penularannya, biar jelas,” pinta Hartopo.
Baca juga : Kebijakan Pusat dan Provinsi Beda, Pemkab Kudus Masih Bimbang untuk Gelar PTM
Melihat kasus covid yang semakin menurun hingga di bawah angka 30 kasus, Hartopo menyampaikan, tren penurunan bisa terus berlanjut. Namun, apabila kasus Covid-19 kembali naik hingga di angka 100, pihaknya akan menghentikan kegiatan PTM.
“Nanti ketika tiap hari kasus covid makin naik mencapai 100 kasus lagi, PTM akan kita hentikan. Makanya (saat PTM) harus disiplin protokol kesehatan. Jangan sampai melepas masker,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

