Luwur Makam Sunan Kudus Butuh 1.500 Meter Kain Mori, Pembuatnya Harus Selalu Suci

BETANEWS.ID, KUDUS – Rangkaian Kegiatan Buka Luwur Makam Sunan Kudus sudah memasuki pembuatan luwur baru untuk menggantikan luwur lama yang dilepas, Selasa (10/8/2021), atau bertepatan pada 1 Muharam 1443 Hijriah lalu.

Humas Panitia Kegiatan Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus Muhammad Kharis menyampaikan, penjahitan luwur ini sudah dimulai sejak Minggu (15/8/2021) kemarin, dan akan selesai  Kamis (19/8/2021), bertepatan dengan 10 Muharam 1443 Hijriyah. Di hari itu pula, motif Langitan akan dipasang di atas makam Sunan Kudus.

Proses pembuatan Luwur Makam Sunan Kudus. Foto: Nila Rustiyani

Selanjutnya, kain mori yang dibutuhkan untuk membuat luwur yakni sekitar 1.500 meter. Menurutnya, dari proses pelepasan, pembuatan, dan pemasangan akan melibatkan sekitar 35 orang.

-Advertisement-

Baca juga: Begini Penampakan Makam Sunan Kudus Saat Luwur Dibuka

Saat pembuatan luwur, para penjahit akan memulainya dengan membaca tahlil. Kemudian mereka juga harus menjaga sopan santun dan selalu dalam keadaan suci saat proses pembuatan luwur.

“Memang para panitia di sini harus menjaga wudu. Artinya menjaga kesucian di area makam. Intinya seluruh panitia menjaga kesopanan. Ketika batal wudu, ya wudu kembali, kita menghormati,” kata Kharis ditemui di area Makam Sunan Kudus, Senin (16/8/2021).

Kharis menambahkan, model luwur yang digunakan meliputi melati, unthuk banyu, kompol, wiru, dan langitan yang nantinya akan ditaruh di atas makam. Sebelumnya, para pembuat itu sudah mendapatkan pelatihan terlebih dahulu dari sesepuh makam.

“Untuk luwur memang tiap tahun diganti. Luwur yang lama diganti luwur baru. Modelnya dari dulu seperti itu,” kata Kharis.

Baca juga: Belum Ada Sumber Sejarah Wafatnya Sunan Kudus, Tradisi Buka Luwur Tak Dinamai Haul

Di sisi lain, Panitia Buka Luwur juga telah menerima sedekah dari banyak pihak. Hingga Senin pagi, sudah ada 4 ekor kerbau,  16 kambing, sembako, dan bumbu-bumbu yang akan digunakan untuk membuat nasi jangkrik.

“Kita juga sudah mulai mempersiapkan tungku untuk masak. Totalnya ada 16 tungku. Kita sesuaikan dengan kebutuhan saja,” ungkap Kharis.

Karena masih dalam masa pandemi, lanjut Kharis, pembagian nasi jangkrik masih sama dengan tahun kemarin, yaitu diantar ke rumah warga.

“Pembagian nasi jangkrik kita modelnya terjun ke masyarakat. Bekerja sama dengan salah satu kelompok di setiap kecamatan dan ada koordinatornya. Nanti dari kecamatan akan dibagikan ke setiap desa, ke rumah-rumah warga,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER