31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Belum Ada Sumber Sejarah Wafatnya Sunan Kudus, Tradisi Buka Luwur Tak Dinamai Haul

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan peziarah tampak memenuhi sekitar makam Sunan Kudus, Sabtu (29/8/2020). Di depan mereka, terlihat kain putih yang terpasang di area makam tampak masih baru. Penggantian kain tersebut dilakukan rutin setahun sekali setiap Muharam dan dikenal dengan nama buka luwur.

Berbagai jenis motif bentuk kain yang dipasang di cungkup makam itu punya arti dan filosofinya masing-masing. Motifnya adalah unthuk banyu, melati, kompol, wiru, dan langitan.

Beberapa peziarah tampak berdoa di sekitar makam Sunan Kudus. Foto: Imam Arwindra.

Dalam kesempatan itu, betanews.id mendapat kesempatan untuk melihat lebih jelas pusara Sayyid Ja’far Shadiq yang jarang diketahui peziarah. Sebelum masuk, petugas makam meminta untuk mengucapkan salam terlebih dahulu.

-Advertisement-

“Kalau masuk nanti ucapkan salam dan jangan berfikir tentang duniawi,” tuturnya sambil membukakan pintu yang masih terkunci.

Baca juga: 26.074 Bungkus Nasi Jangkrik Khas Menara Dibagi ke Seluruh Kecamatan di Kudus

Setelah pintu terbuka, terlihat di dalam cungkup penuh kain warna putih. Mulai dari kelambu hingga kain yang menutupi nisan Makam Sunan Kudus. Juga terdapat taburan warna-warni bunga tepat di tengah-tengah makam.

Di dalam cungkup Makam Sunan Kudus juga terdapat karpet motif merah dan hijau. Karpet tersebut digunakan untuk alas duduk peziarah dan hanya bisa dimasuki tiga sampai empat orang saja secara bersamaan.

Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), KH Em Nadjib Hassan menuturkan, kegiatan buka luwur Makam Sunan Kudus dilakukan setiap tahun sekali mulai 1 Muharam hingga 10 Muharam. Saat kegiatan puncak acara, doa ditutup oleh KH Habib Umar Al-Muthohhar.

“Rangkaian kegiatannya ada Jamas Pusaka, pelepasan luwur, khotmil qur’an, pembuatan Bubur Asyura, santunan anak yatim, pembagian berkat nasi jangkrik, dan terakhir upacara penggantian luwur,” jelasnya.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Pembuatan Bubur Asyura di Menara Kudus

Dia menuturkan, sebenarnya kegiatan buka luwur Makam Sunan Kudus dimaksudkan untuk mengenang perjuangan dan teladan Sunan Kudus dalam menyebarkan agama Islam. Para kasepuhan dan ulama di Kudus sepakat, kegiatan tersebut dinamai Buka Luwur bukan Haul. Puncak kegiatan tersebut dilakukan tanggal 10 Muharam.

Menurut Nadjib, tidak digunakannya nama Haul karena khawatir akan muncul salah pemahaman bahwa Sunan Kudus wafat tanggal 10 Muharam. Sementara, hingga saat ini belum ditemukan sumber sejarah pasti, kapan persisnya Sunan Kudus wafat.

“Buka Luwur yakni upacara penggantian luwur atau kain mori yang digunakan membungkus nisan dan cungkup,” jelasnya.

Baca juga: Penggantian Luwur Makam Sunan Kudus Butuh 1.588 Meter Kain Mori

Sementara itu, panitia kegiatan tradisi buka luwur Sunan Kudus Muhammad Kharis mengatakan, secara teknis dalam kegiatan Buka Luwur Makam Sunan Kudus, kain yang digunakan untuk upacara tersebut sepanjang 15.142 meter. Itu terdiri dari kain mori 15.032 meter dan kain Vitrage 110 meter.

“Jadi tahun kemarin sama tahun ini kain yang dibutuhkan tetap sama,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER