BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, jika Kudus telah keluar dari zona merah penyebaran kasus Covid-19. Hal itu, menurutnya dibuktikan dengan data laporan di corona.jateng.go.id pada Kamis (5/8/2021) kemarin, pukul 12.00 WIB, kasus aktif di Kabupaten Kudus sebanyak 177 kasus. Dengan angka kematian sebanyak 2 orang dan yang dinyatakan sembuh ada 32 orang.
“Kudus sudah bebas dari zona merah, alhamdulilah. Angka kasus aktif tinggal seratus sekian, angka kematian pun sangat rendah sekali. Kalau di lihat dari tiga indikator, kita untuk level berada di level satu. Termasuk angka keterisian rumah sakit,” kata Hartopo, Jumat (6/8/2021).
Baca juga : Presiden Jokowi Kirim Tenaga Ahli KSP untuk Belajar Keberhasilan Kudus Tangani Covid-19
Angka keterisian tempat tidur pasien covid di beberapa rumah sakit, lanjut Hartopo, juga mulai menurun. Secara kumulatif di angka 10-11 persen. Pihaknya pun mengklaim, bahwa angka kematian warga Kudus terus mengalami penurunan. Dalam sehari pernah tidak ada satupun pasien positif Covid-19 yang meninggal.
Sejak kasus aktif Covid-19 di Kabupaten terus melandai, bila pun ada yang terkonfirmasi meninggal, Hartopo mengungkapkan, jumlahnya di kisaran 1 hingga 2 jiwa. Paling banyak 5 orang meninggal dalam sehari.
“Kemarin sempat angka kematian ada yang nol. Sejak mulai melandai ini paling banyak lima. Itu jarang sekali, paling rata-rata sehari satu sampai dua orang,” terang Hartopo.
Di sisi lain, meskipun angka kasus covid terus menurun, ungkap Hartopo, ketaatan warga Kudus terhadap protokol kesehatan juga mengalami penurunan. Padahal di Bulan Juni 2021, ketika kasus aktif di Kudus sedang tinggi ketaatan prokes warga meningkat.
“Dibandingkan bulan Juni kemarin, pas tinggi-tingginya, itu kedisiplinan sangat luar biasa. Di sini (Juli-Agustus) memang agak berkurang,” katanya.
Berkurangnya tingkat kedisiplinan prokes, lanjut Hartopo, dikarenakan ada sebagian warga yang merasa sudah aman setelah divaksin.
“Jadi harus dipahamkan betul, bahwa vaksinasi ini adalah untuk membentuk antibodi. Jadi ketika terpapar tidak ada gejala yang berat, itu aja tujuannya,” terang Hartopo.
Baca juga : Ganjar Sebut Penanganan Covid-19 di Kudus Bisa Ditiru Daerah Lain
Selain itu, Hartopo juga terus mengadakan operasi yustisi terkait protokol kesehatan. Terutama di lingkungan desa, termasuk di setiap RT yang harus betul-betul terpantau.
“Ketika memang ada warganya yang selalu keluar tidak pakai masker, ya memang harus diingatkan,” tegasnya.
Editor : Kholistiono

