BETANEWS.ID, SOLO – Kasus harian Covid-19 di Kota Solo terus menurun sejak dua pekan lalu. Namun dalam Instruksi Mendagri terbaru, Kota Solo masih termasuk dalam level 4.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menjelaskan level PPKM juga ditetapkan berdasarkan situasi kawasan aglomerasi. Di wilayah Solo Raya, ada tujuh kota dan kabupaten.
“Hitungannya Solo Raya. Kalau Solo sudah sangat baik sekali. Ada tiga daerah yang masih tinggi, yaitu Sragen, Klaten dan Boyolali. Mungkin minggu depan turun level,” kata Gibran di Balai Kota Solo, usai mengikuti rapat daring bersama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Kamis (19/8/2021).
Baca juga : Gibran Bolehkan Makan di Tempat Selama 30 Menit, tapi yang di Mal Belum Boleh
Gibran menyebut, karena terjadi perbedaan angka antara data dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo dengan data pada aplikasi NAR (New All Records) beberapa waktu lalu yang belum selesai hingga saat ini, juga menyebabkan Kota Solo saat ini masih pada level 4.
“Seminggu ini, Solo tidak ada kenaikan kasus, kita sudah membaik banget. Tapi perlu sinkronisasi data ke provinsi dan pusat, karena datanya beda. Finalnya besok Jumat,” jelasnya.
Gibran juga mengatakan, bahwa pada rakor penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Menko Marves tersebut, Solo termasuk daerah yang paling patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan.
“Tadi waktu pemaparan dari Pak Menko dan Pak Menkes, Solo termasuk yang paling patuh. Untuk angka kepatuhannya yang paling tinggi, baik memakai masker dan lainnya Solo paling tinggi. Kepatuhan tracing, vaksinasi kita paling baik. Tapi memang penanganan covid di Solo Raya harus kompak,” paparnya.
Sementara itu, Kepala DKK Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, bahwa untuk terus mempercepat penurunan kasus, pasien Covid-19 yang saat ini menjalani isolasi mandiri akan ditarik untuk menjalankan isolasi secara terpusat. Pihaknya juga akan terus meningkatkan tracing serta testing.
“Kita rendah, tapi jangan terus diam, tetap testing dan tracing kita diaktifkan dan saya tambahi screening. Screening dari pasien yang menunjuklan ke arah sana (Covid-19) harus dites. Misal, ada flu mengarah ke sana dites. Karena dari sana banyak yang mengarah ke positif,” terang Siti.
Baca juga : Perjuangkan Mal Agar Bisa Buka, Gibran: ‘Solo Sudah Siap, tapi Aturan Pusat Tak Boleh’
Ia katakan, masyarakat juga dapat segera mendapatkan penanganan. Dirinya menyebut, bahwa saat ini rata-rata BOR ICU di Kota Solo 80 persen dan BOR isolaai hanya 38 persen. Sehingga dapat diambil rata-rata BOR di Kota Solo tinggal 51 persen.
“Angka kematian juga turun, kemarin (18/8/2021) hanya empat. Total 1.157 jumlah kematian,” rincinya.
Editor : Kholistiono

