31 C
Kudus
Selasa, September 21, 2021
spot_img
BerandaKisahSayurannya Tak Laku,...

Sayurannya Tak Laku, Nenek Ini Curhat Tak Mampu Beli Beras Hingga Utang untuk Modal

BETANEWS.ID, KUDUS – Marfuah, perempuan paruh baya itu terlihat sedih di lantai dua Pasar Bitingan Kudus. Berdiri di depan losnya, ia membolak – balikkan sayuran yang sudah layu. Sesekali ia menyapa orang berlalu lalang di pasar, sembari berharap ada yang mampir dan membeli dagangannya.

Terkadang, perempuan berusia 50 tahun itu pun menawarkan dagangannya kepada para pengunjung. Beberapa kali menawarkan, gurat pucat sedih wajahnya pun kian tampak, saat tak ada satu pun pengunjung yang menghiraukan tawarannya.

Baca juga : Harga Bawang Merah dan Sayuran di Kudus Naik Selama Penyekatan, Harga Cabai Anjlok

- Ads Banner -

“Jualan sepi banget. Sayur yang saya jual ini dari pagi hingga siang belum ada yang terjual sama sekali,” ujar Marfuah kepada Betanews.id, Selasa (27/7/2021).

Pedagang dari Nalumsari Jepara itu mengaku sudah berjualan sayuran di Pasar Bitingan Kudus selama 26 tahun. Menurutnya, selama berjualan masa sulit baginya adalah dua tahun terakhir. Yakni saat ada pandemi Covid – 19.

“Sejak ada pandemi, jualan itu sepi. Ya hampir dua tahunan ini lah,” ungkapnya.

Dia menuturkan, berjualan aneka sayuran. Di antaranya kangkung, waluh putih, lembayung, daun singkong, labu kuning dan lain sebagainya. Menurutnya, sejak pagi, sayur dagangannya itu belum ada yang terjual. Dan itu terjadi tidak pada hari ini saja, tapi sering.

“Pembeli sepi itu sudah sering. Dagangan saya juga sering sisa kok. Bahkan jualan dua hari untuk beli beras satu kilo saja susah sekarang mas,” bebernya.

Dia mengungkapkan, kalau dagangannya sisa, biasanya ia bawa pulang dan dibagikan pada tetangganya. Kata dia, setidaknya dagangannya tidak mubazir dibuang percuma, namun, bisa bermanfaat untuk orang lain. Dengan keadaan tersebut ia mengaku rugi dan pasrah.

“Sebenarnya ya rugi kalau begitu terus. Tapi bagaimana lagi,” tandasnya.

Baca juga : Jeritan Pedagang Taman Bojana: ‘Sudahi Penyekatan, Saya Butuh Hidup Pak Hartopo’

Dia pun sebenarnya sudah kehabisan modal. Bahkan agar bisa tetap berjualan ia harus utang untuk modal jualan. Sebab kalau tidak utang, nanti malah tidak jualan. Sedangkan dia adalah seorang janda.

“Ya, gali lubang tutup modal. Modal habis ya utang. Lha gimana, bantuan dari pemerintah juga tidak ada. Sambil berharap mas, keadaan bisa normal kembali. Jualan laris lagi dan banyak pembeli,” harap Marfuah.

Editor : Kholistiono

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler