31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Penyampaian SPT Pajak Tahunan Warga Kudus Bagus, Tapi Kepatuhan Bayarnya Kurang Bagus

BETANEWS.ID, KUDUS – Setiap wajib pajak selain membayar pajak, mereka juga punya tanggung jawab lainnya, yakni Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Tahunan. Kedua hal tersebut sama pentingnya. Karena jika salah satu tidak dilaksanakan tiap tahunnya, para wajib pajak tersebut akan dikenai sanksi.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus yakni Andi Setijo Nugroho mengatakan, tingkat kepatuhan warga Kudus dalam penyampaian SPT tahunan sudah bagus. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan kepatuhan bayar pajaknya.

Baca juga : Luar Biasa, Capaian Pajak KPP Pratama Kudus Tahun 2020 Tembus Rp 2 Triliun Lebih

-Advertisement-

“Untuk warga Kudus ini tingkat penyampaian SPT Pajak Tahunannya sudah bagus sekitar 90 persen. Tapi untuk kepatuhan bayar pajaknya belum bagus,” ujar pria yang akrab disapa Andi kepada Betanews.id, beberapa hari yang lalu.

Andi mengungkapkan, setiap wajib pajak itu punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang harus disampaikan setiap tahunnya. Meskipun nihil juga harus tetap disampaikan. Sedangkan tenggat akhir penyampaian SPT Pajak Tahunan itu akhir Maret untuk perorangan, dan akhir Bulan April untuk badan usaha.

“Jika telat konsekuensi logisnya para wajib pajak akan dikenai denda. Untuk perorangan dendanya sebesar Rp 100 ribu dan badan usaha Rp 1 juta. Tapi ya sekali lagi, penyampaian SPT Pajak Tahunan warga Kudus sudah bagus. Yang kurang bagus itu kepatuhan bayar pajaknya,” jelasnya.

Ditanya kejelasan tentang tingkat kepatuhan warga Kudus yang kurang bagus dalam membayar pajak. Andi pun memberi contoh, banyak wajib pajak di Kudus yang sebenarnya omzetnya besar, tapi mereka bilangnya usahanya tidak jalan. Sehingga kemudian tidak bayar pajak.

Baca juga : KPP Pratama Kudus Blokir 19 Rekening dengan Tunggakan Pajak Rp 7,2 Miliar

Selain itu, masih banyak juga wajib pajak di Kudus yang gemar menunda pembayaran pajaknya. Sebagai contoh, mereka harus bayar pajak tiap bulannya, tapi mereka memilih membayarnya sekalian di akhir tahun.

“Itu sebenarnya kan tidak boleh. Sebab itu ada konsekuensi surat tagihan pajak, dan denda keterlambatan bayar,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER