BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan HOS Cokroaminoto, Gang 1 Mlati Norowito, terlihat sebuah gerobak yang menjajakan rujak jambu kristal. Di sana, tampak seorang pria sedang memotong jambu menjadi kecil-kecil. Setelah dipotong, kemudian dikasih bumbu bubuk dua jenis, manis asin dan juga pedas. Pria tersebut adalah Hendra Yani (29), penjual rujak jambu kristal.
Seusai melakukan aktivitasnya, Hendra begitu ia kerap disapa, bersedia berbagi informasi tentang penjualan rujak jambu. Dia mengatakan, ia memulai berjualan di Kudus sejak Mei lalu. Sebelumnya, ia sudah pernah berjualan di Bekasi dan Bandung tahun lalu. Menurutnya, respon masyarakat Kudus bagus. Masyarakat banyak yang berminat menikmati rujak jambu kristal yang dijualnya tersebut.

Baca juga : Sensasi Pedas Asam Manis Dalam Rujak Es Krim yang Menyegarkan
“Kalau di sini penjualan lumayan bagus, dibandingkan dengan yang sebelumnya di Bandung dan Bogor. Faktor itu berpengaruh terhadap cuaca di setiap daerah. Di Kudus ini kan cuaca panas, jadi cocok untuk mendongkrak penjualan rujak jambu kristal ini,” bebernya kepada betanews.id, Jumat (23/7/2021).
Ia menjelaskan, bedanya rujak jambu kristal yang dijualnya dengan rujak pada umumnya menggunakan bumbu kacang maupun gula aren. Rujak yang dijualnya itu, bumbunya memakai bumbu bubuk atau tabur. Katanya, rujak tersebut berasal dari Palembang.
“Untuk harga per porsi, hanya Rp 10 ribu. Pembeli bisa request, mau pedas atau tidak,” rinci pria asli Palembang tersebut.
Alasan ia memilih berjualan di Kudus, lantaran, cuaca di Kudus menurutnya panas dan cocok untuk berjualan rujak tersebut. Sebelumnya, ia mengaku sudah survei selama dua hari keliling Kudus untuk memastikan kalau penjualan rujak khas Palembang itu belum ada.
Ia menambahkan, selain menjual di lapak pinggir jalan, ia juga menerima pemesanan melalui WhatsApp di nomor 081222314564. Pesanan tersebut diambil sendiri maupun diorderkan melalui ojol.
Baca juga : Pelanggan Sampai Antre Demi Mencicipi Rujak Es Krim Pak Yitno
Salah satu pembeli, Anang mengatakan, sebelumnya ia sudah pernah membeli rujak tersebut. Kebetulan ia melewati jalan tersebut, kemudian membelinya. Katanya, rasanya yang enak dan gurih membuat ia ketagihan untuk beli rujak itu lagi.
“Rasanya enak dan harga ekonomis. Kali ini sudah ke empat kalinya membeli rujak ini. Tetapi sebelumnya membeli di lapak lain,” tutur warga Demak tersebut.
Editor : Kholistiono

