BETANEWS.ID, PATI – Seorang pria tampak meracik jajanan di atas gerobak motor di tepi Jalan Raya Kudus-Pati, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Ia terlihat memasukkan irisan buah, lalu menuangkan sambal dan kemudian dikasih es krim. Setelah jadi, jajanan itu kemudian diberikan kepada pembeli yang sudah menunggu. Pria tersebut adalah Sigit (31), penjual rujak es krim keliling.
Di tempat mangkal yang berada persis di depan Kantor Perum Bulog Kantor Cabang Pati itu, Sigit sudah menempatinya selama kurang lebih tiga tahun ini. Sebelumnya, selama tujuh tahun ia berjualan jajanan serupa di Nusa Tenggara Timur atau sudah sejak 2010.

“Dulunya ikut saudara jualan es krim rujak juga, terus sekarang pengen buka sendiri, pengen jualan sendiri,” ucapnya saat ditemui Betanews.id, Selasa (10/11/2020).
Baca juga: Jus Buah dengan Toping Es Krim ini Sedang Hits di Pati, Siapa yang Sudah Coba?
Menurutnya, rujak es krimnya itu mempunyai cita rasa yang menyegarkan. Segarnya buah-buahan dengan sensasi pedas dari sambal kacang serta lembut dan dinginnya es krim menambah kenikmatan bagi yang memakannya. Tak ayal jika jualannya itu memiliki banyak peminat.
Rujak Es krim yang dibuat oleh Sigit memang pada dasarnya terbuat dari buah-buahan seperti rujak biasanya. Namun, yang membedakan ialah sambal yang ia digunakan adalah sambal kacang dan ada tambahkan es krim.
“Isinya seperti rujak biasanya. ada bengkoang, timun, nanas, kedongdong, kadang kalau musim mangga juga saya tambahkan mangga. Kalau es krimnya saya ada rasa kelapa, stoberi, vanilla, coklat, dan berbagai varian rasa lainnya,” rinci pria asal Mertoyudan, Magelang itu.
Baca juga: Pelanggan Sampai Antre Demi Mencicipi Rujak Es Krim Pak Yitno
Ia menjual satu porsi rujak es krim dengan harga Rp 5 ribu. Setiap harinya, ia bisa menjual 70 sampai 80 porsi rujak es krim saat musim hujan, dan bisa menyampai seratusan saat musim panas.
“Musim pandemi Corona ini sangat berdampak sekali. Ada penurunan yang kalau dihitung-hitung mencapai 30 persen. Tapi alhamdulillah masih banyak yang beli,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

