BETANEWS.ID, SEMARANG – Toko peti di Semarang kewalahan penuhi pesanan saat kasus Covid-19 melonjak. Penjual peti jenazah di Bergota Semarang, Nur mengaku, dalam satu hari pemesan peti jenazah bisa sampai 55 pembeli. Bisa dibilang, tingkat penjualannya naik sekitar 500 persen.
“Dulu paling banyak itu 10 peti, sekarang bisa sampai 55 per harinya,” jelasnya, Sabtu (17/7/2021).
Membludaknya pemesanan peti jenazah seringkali membuatnya kehabisan stok. Tak jarang juga, dia dengan terpaksa harus menolak pemesanan lantaran persediaan peti sudah habis.
“Kita sempat kekurangan bahan baku sekitar dua mingguan kemarin,” ujarnya.
Baca juga: Toko Peti Mati di Solo Kewalahan Penuhi Pesanan
Selain bahan baku peti jenzah yang sempat langka, harga bahan baku juga mulai naik. Meski demikian, dia tak ingin menaikkan hargnya. Bahkan, tak jarang dia memberi diskon jika memang ada pemesan yang benar-benar membutuhkan.
“Kita tak menaikkan harga, kalau saya naikan kasian kadang kalau orang yang butuh sekali saya potong harganya seperti tetangga dan lain-lain,” katanya.
Dia mengaku, banyaknya pembeli peti jenazah membuatnya jarang tidur. Bahkan, usahanya itu terpaksa buka selama 24 jam saking banyaknya pesanan. Apalagi, banyak orang yang menolak bekerja membuat peti jenazah karena takut.
“Kita tak ada penambahan karyawan, tak pada berani. Semua yang ngerjain keluarga,” paparnya.
Baca juga: Pemuda di Semarang Patungan Buat Dapur Darurat untuk Bantu Warga
Dia menjual peti mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 7 juta. Kriteria yang paling laris yang harganya Rp 1,5 juta. Biasanya yang memesan peti kepadanya bermacam-macam mulai dari rumah sakit, puskesmas hingga perseorangan.
“Kita sampai menolak-nolak. Kemarin kita mengirim ke Demak, Krangawen dan Ungaran,” ujarnya.
Hal yang sama juga dirasakan Winarno. Pandemi gelombang kedua ini banyak pemesan peti jenazah datang kepadanya. Jika dibandingkan dengan hari biasa, peningkatannya bisa sampai lima kali lipat.
“Perkembangannya sebelum pandemi jauh berbeda,” paparnya.
Biasanya sebelum pandemi paling banyak orang memesan peti jenazah setiap harinya sekitar 5-6 orang. Namun, pandemi gelombang kedua ini bisa sampai 25-30 pemesan setiap harinya.
“Kalau sebelum pandemi 5-6 sudah paling banyak itu,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

