BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus Hartopo menilai terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Kudus ada beberapa sebab. Salah satunya, yakni tempat wisata yang tak menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Petugas di tempat wisata dinilai tidak menjalankan tugas sepenuhnya.
“Petugas yang seharusnya ada di luar mengecek suhu tubuh, memastikan pengunjung memakai masker dan mewajibkan semua yang akan masuk mencuci tangan, tidak sepenuhnya dijalankan. Petugas yang berada di dalam tempat wisata, tidak bisa melakukan tugasnya dengan efektif,” kata Hartopo usai meninjau tempat isolasi di Rusunawa, Kamis (25/5/2021).
Baca juga: Pangdam Minta Makam Sunan Kudus dan Sunan Muria Ditutup
Selain menyoroti satgas, Hartopo juga menyinggung soal batasan pengunjung di tempat wisata. Menurutnya, sebelum ini Pemkab Kudus telah membatasi kapasitas kunjungan tempat wisata maksimal 30 persen. Namun, ketenjuan tersebut tidak banyak dilaksanakan pengelola tempat wisata.
“Makanya kemarin tempat wisata kita tutup semua biar ada evaluasi. Semuanya, baik yang dikelola pemerintah maupun yang dikelola umum, ” kata Hartopo.
Hal lain yang membuat angka kasus Covid-19 di Kudus melonjak, menurut Hartopo dikarenakan tempat wisata di luar Kudus yang tetap buka. Hal itu membuat warganya memilih berwisata ke luar daerah, dan saat pulang membawa virus, kemudian menularkannya kepada yang lain.
“Potensi penularan yang sangat besar bisa terjadi di sana,” lanjut Hartopo.
Sebab lain yang membuat kasus Covid-19 di Kudus melonjak, karena kegiatan silaturrahmi atau dikatakannya sebagai anjang sana anjang sini, bertemu dengan sanak saudara dari luar daerah. Aktivitas saling berjabat tangan saat Lebaran, membuat penularan virus covid-19 masif terjadi.
Baca juga: Kendaraan Tujuan Pariwisata ke Kudus Disuruh Putar Balik
Tak hanya itu, katanya, momen Lebaran yang identik digunakan untuk saling bercengkrama melepas rindu, membuat orang-orang berkumpul. Saling membuka masker tanpa mengindahkan aturan protokol kesehatan.
Hal lain yang dinilai menjadi sebab, Hartopo mengindikasi penularan virus covid-19 juga bisa terjadi lewat hajatan yang mengundang banyak tamu. Apalagi yang tidak mendapat izin darinya ditambah yang memiliki acara tidak mematuhi protokol kesehatan.
Oleh sebab itu, langkah yang dipilih Hartopo demi menekan angka kasus covid-19 di Kudus adalah dengan melarang tamu undangan untuk makan di tempat. Untuk jamuan, Hartopo meminta kepada pihak penyelenggara hajatan untuk diganti dengan hampers. Lalu kapasitas tamu undangan yang boleh masuk harus dibatasi.
Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Kudus, 89 Kasus Baru Terkonfirmasi Positif Hari Ini
“Makanya kami minta Jogo Tonggo harus diefektifkan. Harus memantau yang punya hajatan sesuai prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku atau belum. Kalau tidak mematuhi, sementara harus dihentikan, ” tegas Hartopo.
Selain itu pula, Pemkab Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus telah mengeluarkan surat edaran (SE) nomor 800/401.1/10.01/2021 perihal penutupan sementara operasional destinasi wisata di Kabupaten Kudus sampai waktu yang belum diketahui.
Editor: Suwoko
Saksikan Video Kudus Zona Merah, Bus Tujuan Pariwisata ke Kudus Disuruh Putar Balik

