BETANEWS.ID, SOLO – Mendekati Lebaran, Pasar Klewer terlihat mulai dipadati pengunjung. Pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah ini terpantau ramai warga yang berburu pakaian. Hampir semua toko, los, dan lapak di pasar tersebut ramai oleh pembeli.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), Tafip Harjono mengatakan, dibandingkan tahun sebelumnya, pada tahun ini mengalami peningkatan sebesar 90 persen.

Tafip memaparkan jika kenaikan jumlah pedagang naik sebelum memasuki Ramadan. Hal tersebut dikarenakan kebanyakan pembeli di Pasar Klewer menjual lagi dagangan mereka dengan membeli dalam jumlah yang banyaka (grosir).
“Mulai minggu ketiga Ramadan biasanya sudah mulai banyak pembeli eceran, atau bisa dikatakan untuk dipakai sendiri terutama dua hari libur, Sabtu Minggu gitu,” terangnya kepada Betanews.id, Senin (3/5/2021).
Baca juga: Makanan Kedaluwarsa Masih Banyak Beredar di Solo, Masyarakat Diminta Lebih Jeli
Ia mengungkapkan, sekarang kegiatan perekonomian di Pasar Klewer sudah mengalami kenaikan, tapi belum mencapai batas yang seluruh pedagang harapkan.
“Kalau kenaikan pengunjung tidak dapat kami perkirakan jumlahnya. Tolak ukur kami biasanya tempat parkir, kalau penuh ya berarti pengunjung sedang ramai,” ujarnya.
Dibandinglan dengan tahun sebelumnya, di tahun kemarin sama sekali tidak ada pengunjung. Karena memang saat itu semua orang takut dan pedagang sendiri pun buka juga masih ragu-ragu.
Terkait adanya klaster Covid-19, ia mengatakan tidak khawartir karena sebelumnya pedagang di Pasar Klewer sudah melakukan vaksinasi.
“Pedagang di Pasar Klewer kan mayoritas sudah divaksin, jadi seperti yang sudah dikatakan Pak Wali (Gibran), adanya vaksinasi ini bisa mendukung kegiatan di Pasar Klewer. Kita yakinkan kepada pengunjung bahwa belanja di Pasar Klewer aman,” tambahnya.
Baca juga: Hijaukan Kota Solo, Gibran Akan Ganti Water Barrier dengan Pot dan Tanaman
Kendati demikian, Tafip juga tetap menegaskan dan mengimbau kepada seluruh penjual dan pengunjung di Pasar Klewer untuk selalu menjaga protokol kesehatan.
“Tempat cuci tangan sudah kita sediakan, dan hand sanitizer saya kira setiap pedagang sudah membawa sendiri-sendiri. Kadang kita juga kewalahan karena padatnya pengunjung dengan keterbatasan fasilitas protokol kesehatan ini tetap kita sediakan,” kata dia.
Menyinggung terkait kerumunan yang terjadi saat pengunjung di pasar Klewer mengalami kenaikan, Tafip mengatakan bahwa selalu ada pemberitahuan yang di siarkan melalui radio.
Editor: Ahmad Muhlisin

