31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Makanan Kedaluwarsa Masih Banyak Beredar di Solo, Masyarakat Diminta Lebih Jeli

BETANEWS.ID, KUDUS – Tim Terpadu Jejaring Keamanan Pangan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersama Polresta Solo mengadakan inspeksi mendadak (sidak) untuk meninjau makanan yang beredar di pasaran, pada Selasa, (27/4/2021).

Dalam sidak tersebut, Tim Terpadu menemukan makanan yang sudah tidak layak dan juga kedaluwarsa yang masih beredar.

Dalam sidak ini, dibagi menjadi dua tim. Untuk tim pertama melaksanakan sidak di Luwes Gading, pedagang kurma di Pasar Kliwon dan Hypermat Solo Paragon. Sedangkan untuk tim kedua di wilayah Solo utara di Luwes Mojosongo, Area Jebres, dan distributor makanan di daerah Jagalan.

-Advertisement-

Kepala Bidang Data dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Solo, Sri Rahayu Susilowati mengatakan, jika masih banyak makanan kedaluwarsa yang masih dipajang dan masih di jual.

“Untuk makanan curah atau makanan yang lebih dari tujuh hari harus dicantumkan label kedaluwarsanya,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, petugas juga menemukan makanan kemasan yang sudah kedaluwarsa, namun masih tercampur dengan produk yang belum kedaluwarsa. Sri Rahayu mengimbau kepada masyarakat agar lebih cermat saat berbelanja.

Baca juga : Tidak Buka Enam Bulan, Jajanan Pedagang di Terminal Bakalankrapyak Banyak Membusuk

“Ketika makanan yang dijual banyak, itu tanggung jawab dari penjual, karena satu produk dengan beberapa merk itu kedaluwarsanya beda dan harus dipisah. Maka setiap hari penjual harus mengevaluasi makanan yang dijual tiap kemasannya,” ujarnya.

Sri Rahayu menegaskan, bahwa penjual harus mencatat masa expired makanan itu terlebih dahulu. Catatan tersebut nantinya digunakan oleh penjual jika ada makanan yang sudah akan memasuki tanggal kedaluwarsa dan harus disingkirkan.

“Masyarakat harus cerdas sebelum membeli makanan. Kalau ragu-ragu dan tidak ada masa kedaluwarsanya jangan dibeli. Memang pada bulan puasa atau menjelang Idul Fitri jumlah makanan yang dijual lebih banyak,” ucapnya.

Selain itu, ada juga makanan yang tidak layak standar. Banyak makanan yang kemasannya mengalami kerusakan. Selain itu ada juga makanan yang tempat penyimpanannya tidak sesuai dengan standar.

“Makanan yang tidak layak ini harus ditarik dari penjualan dan harus dimusnahkan oleh pengelola pusat perbelanjaan,” kata dia.

Sementara itu, Pengelola Luwes Gading enggan memberikan komentar dan menghindar saat hendak dikonfirmasi temuan berupa adanya makanan yang tidak layak masih dijual.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER