BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pedagang di Terminal Wisata Bakalankrapyak terlihat membersihkan kiosnya Rabu (26/8/2020) pagi. Mereka mengeluarkan semua barang dagangannya yang sudah hampir enam bulan tersimpan.
Selama enam bulan, mereka harus menutup kiosnya karena Covid-19. Tak jarang, barang dagangan yang berupa jajanan ditemukan membusuk dan kedaluwarsa.
Satu di antara pedagang oleh-oleh yakni Slamet Riyanto (52). Dia mengungkapkan, hampir keseluruhan barang dagangannya membusuk dan kedaluwarsa. Menurutnya, sejak terminal ditutup sekitar Maret 2020, dirinya mengaku tidak bisa berjualan karena pandemi.

Baca juga : Terminal Bakalankrapyak Sudah Dibuka, Peziarah Diminta Patuhi Protokol Kesehatan
“Ini kami belum jualan. Hanya bersih-bersih saja. Karena terminal baru buka hari ini,” tuturnya saat ditemui di sela-sela kegiatan bersih-bersih.
Menurutnya, makanan oleh-oleh yang membusuk dan kedaluwarsa yakni jenang, carica, wajik, intip ketan dan kerupuk kulit. Dirinya mengaku akan mencoba menukarkan ke pemasok supaya kerugian besar dapat diminimalisasi. “Kalau tidak bisa ditukar ya dibuang,” terangnya.
Slamet yang dikenal dengan Pak Brong menghitung, dari dagangannya yang membusuk dan kedaluwarsa, diprediksi menyebabkan kerugian sekitar Rp 10 juta lebih. Dia mengaku salah memprediksi jika Covid-19 efeknya akan selama ini. Menurutnya, saat pandemi berlangsung, yakni momentum di mana peziarah akan datang.
“Biasanyakan kan pertengahan Rajab hingga Ruwah banyak yang membeli. Jadi itu musimnya peziarah. Eh, ada Corona. Ya mau gak mau harus tutup. Lah saya sudah nyetok barang banyak,” terang warga yang tinggal di Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kudus.
Meski demikian, dirinya mengaku berterima kasih Terminal Bakalankrapyak sudah dibuka kembali. Menurutnya, dengan sisa modal yang ada, dirinya akan memaksimalkan, agar bisa memperoleh pendapatan.
“Saat kemarin libur, saya tidak kerja apa-apa mas. Kerjaan saya dari kecil memang dagang di sini. Alhamdulillah ini sudah buka lagi, semoga bisa normal kembali. Saya bisa membayar utang,” tuturnya.
Sementara itu, Kasubag Tata Usaha UPT Perparkiran dan Terminal Dishub Kudus Reno Agung menuturkan, saat ini Terminal Wisata Bakalankrapyak sudah dibuka kembali. Menurutnya, terminal sudah hampir enam bulan ditutup karena Covid-19. Satu di antara akibatnya, yakni pedagang yang berada di kawasan terminal juga tidak bisa berjualan.
Baca juga : Tak Bermasker, Pemkab Kudus Terapkan Sanksi Denda Hingga Rp 5 Juta
“Sudah hampir enam bulan pedagang di terminal tidak bisa melakukan aktivitas berdagang. Sehingga tadi ada yang membusuk,” tuturnya.
Menurutnya, setelah terminal dibuka kembali, pihaknya meminta pedagang agar menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Dengan cara, selalu mengenakan masker dan menyediakan sarana cuci tangan di setiap depan kios.
“Hari ini mereka sedang bersih-bersih kios. Permintaan dari paguyuban pedagang juga sudah kami penuhi. Minta tolong untuk selalu menjalankan protokol kesehatan,” terangnya.
Editor : Kholistiono

