BETANEWS.ID, KUDUS – Kedai es yang berada di tepi Jalan Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu terlihat ramai oleh pembeli. Ada yang tampak duduk dan banyak juga yang berdiri menunggu pesanannya jadi. Sedangkan seorang pria di bagian gerobak es tampak cekatan mencampurkan berbagai buah ke dalam mangkuk atau bungkus plastik. Dia adalah Sutiyono (45) Pemilik Es Tuman.
Ditemui di sela-sela melayani pembeli, ia sudi menjelaskan usaha yang dirintisnya Desember 2020 lalu itu. Ide berjualan es buah ini, berawal dari istrinya yang ingin mengembangkan usaha yang dahulu pernah dirintisnya.

“Dulu istri saya jualan jus buah, nah karena ingin berjualan lagi, akhirnya saya dan istri mempunyai ide untuk jualan es lagi, tapi bukan jus buah melainkan es buah,” jelasnya, Selasa (04/05/2021).
Baca juga: Baru Dua Pekan Produksi, Manisan Nanas Buatan Yanti Ramai Diburu Pembeli
Es buah yang dijual Sutiyono ini mempunyai banyak varian rasa. Antaranya ada es buah mesir, es tuman mix, es kopyor, es kuwut bali, dan capucino cincau.
“Varian es yang paling best seller adalah es tuman mix dan es mesir. Sehari, saya bisa jual hingga Rp 250 gelas,” jelasnya.
Selain mempunyai banyak pilihan rasa, Sutiyono juga sangat memperhatikan soal kualitas rasa. Setiap pembuatan es tuman, ia selalu menggunakan bahan-bahan yang berkualitas, baik dari gula pasir, susu kental manis, buah, dan perasa buahnya. Untuk varian es yang menggunakan perasa buah, Sutiyono juga membuat sirop rasa sendiri.
“Karena saya berencana menjadikan usaha es tuman ini usaha jangka panjang, jadi untuk pembuatanya saya juga tidak sembarangan. Bahan-bahanya sudah ada takarannya, jadi rasanya selalu sama,” ungkap Sutiyono.
Baca juga: Hanya Rp 4 Ribu Bisa Nikmati Segarnya Es Ketel yang Jadi Favorit Warga Solo Saat Berbuka
Walau menggunakan bahan yang berkualitas, Sutiyono tetap memberikan harga yang terjangkau untuk satu porsi esnya. Harga satu gelas dibanderol hanya Rp 5 ribu saja.
“Walaupun harganya Rp 5 ribu tetapi dalam satu gelasnya saya memberikan buah yang melimpah. Jadi tidak hanya kuah-kuah saja,” jelasnya.
“Setiap harinya saya biasanya jualan bakso juga, dan jualan mulai 11.00 WIB hingga 18.00 WIB,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

