Buka Cuma 3 Jam, Pecel Pincuk Asli Madiun Ini Ludes Setiap Hari

Sebuah kios menjual pecel asli Madiun berada di sebelah selatan Taman Gondangmanis, Jalan Kampus UMK, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, terlihat ramai pembeli. Mereka tampak memenuhi kursi warna cokelat yang disediakan di depan kios tersebut.

Pagi itu, memang banyak pelanggan yang datang silih berganti memenuhi kiosnya. Ada yang memilih makan di tempat, ada pula yang membawanya pulang. Mereka tampak dilayani dengan ramah oleh seorang perempuan dan dua laki-laki. Satu di antara pria itu adalah Agung Cahyono (60), pemilik Nasi Pecel Pincuk Khas Madiun.

Usai melayani pembeli, Agung sapaan akrabnya, bersedia menjelaskan usaha kuliner yang dirintis 2020 lalu. Dalam penjelasannya, ia merupakan orang pertama asli Madiun yang mencoba melestarikan pecel Madiun di Kudus.

-Advertisement-

Baca juga: Cuma Rp5 Ribu, Lontong Tahu Napsiah Bertahan Puluhan Tahun

“Awal-awal pernah nyoba pecel Madiun di Kudus, standar rasanya beda, tidak seperti di Madiun asli. Akhirnya terinspirasi untuk menjual pecel Madiun karena memang saya orang Madiun asli, untuk memperkenalkan saja bahwa ini lho pecel Madiun yang asli, penyajian dan bumbunya seperti ini,” jelasnya.

Agung menambahkan, isian dari pecel Madiun ada kacang yang disangrai, cabe rawit, gula jawa, gula pasir, daun jeruk, asam jawa. Menurutnya, bumbu dan cara penyajian harus urut karena itu ciri khas pecel Madiun yang asli.

“Untuk satu porsi pecel Madiun, mulai dari tempat makan pecelnya pakai pincuk dilapisi daun pisang, nasi, semanggi, kacang panjang, kembang turi, kecambah pendek, bumbu, petai cina, kemangi, serundeng, kerupuk atau peyek, standarnya Madiun seperti itu,” tuturnya.

Terkait harga, ia menjual pecel pincuk Madiun mulai dari Rp8 ribu pakai kerupuk dan Rp9 ribu kalau tambah peyek. Agung hanya buka di hari Sabtu dan Minggu saja. Dalam sehari, ia bisa menghabiskan 10 kilogram nasi.

“Biasanya saya buka hanya akhir pekan. Itupun cuma tiga jam, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB,” jelas Agus saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca juga: Modal Rp50 Ribu, Warung Mbak Yuni Jadi Andalan Sarapan Warga Kudus

Yeni, satu di antara banyaknya pembeli juga berbagi cerita. Menurutnya, perbedaan pecel Madiun terletak pada bumbunya. Jika pecel khas masakan Kudus cenderung manis, maka pecel Madiun tidak terlalu manis.

“Kalau pecel yang lainnya kan manis, kalau di pecel pincuk ini rasanya pas. Sayurannya kalau yang lain kan pakai bayam, kalau di sini nggak. Kebetulan saya juga tidak suka bayam,” terang Yeni.

Penulis: Chindy Saifani Mahasiswa Magang PBSI

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER