BETANEWS.ID, KUDUS – Rapat koordinasi dan evaluasi terkait lonjakan Covid-19 yang ada di Kabupaten Kudus digelar, Minggu (23/5/2021). Bupati Kudus dan sejumlah pejabat melakukan rapat untuk membahas langkah terkait melonjaknya jumlah kasus Covid-19 di Kudus. Hartopo mengaku kaget dan tidak memprediksi lonjakan tersebut.
“Kita juga tidak memprediksi sampai lonjakan seperti ini. Kita kaget sampai tadi Pak Gub juga menyampaikan komunikasi dengan saya terkait penuhnya ruang isolasi di rumah sakit,” bebernya.
Ia melanjutkan, pihak RSUD sudah menyediakan ruang isolasi sebanyak 129 tempat dan saat ini sudah terisi sebanyak 104 ruangan. Hartopo meminta agar ada evaluasi, bagi pasien dengan gejala ringan agar segera dipindahkan ke pemusatan isolasi di Rusunawa.
Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Hartopo Perintahkan Operasi Sasar Tempat Publik dan Hajatan
“Sudah kita sediakan tempat isolasi. Bahkan RSUD sampai sekarang menyediakan tempat isolasi 129 tempat dan sudah terisi 104 ruangan. Maka dari itu saya suruh evaluasi yang memang untuk gejala ringan segera untuk dipindahkan ke pemusatan isolasi. karena kita punya pemusatan isolasi di Rusunawa,” terangnya usai rapat.
Dalam pembahasan itu, ia mengevaluasi terkait kajian-kajian potensi penyebaran Covid-19 di Kudus. Hartopo juga memerintahkan para camat dan pimpinan OPD menggelar operasi untuk menyasar tempat publik dan hajatan.
Selain itu, pihaknya meminta agar tempat wisata ditutup sementara. Tujuannya untuk mengevaluasi dan mempersiapkan satgas Covid-19 di tempat wisata.
Baca juga: Muncul Klaster Lebaran, Kasus Covid-19 di Kudus Melonjak Hingga 400%
“Tolong tempat wisata ditutup sementara. Mohon Dishub dan Satpol PP segera berkoordinasi untuk meninjau tempat wisata,” ucapnya.
Hartopo menilai jika saat ini satgas Covid-19 baik satgas yang di luar untuk sekrening maupun satgas di dalam untuk memantau wisatawan ini belum ada. Sehingga perlu ada evaluasi terkait satgas Covid-19 demi meningkatkan pencegahan penyebaran Covid-19.
Editor: Suwoko

