BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus dan sejumlah pejabat melakukan rapat untuk membahas langkah terkait melonjaknya jumlah kasus Covid-19 di Kudus, Minggu (23/5/2021). Dalam rapat itu, Hartopo memerintahkan para camat dan pimpinan OPD menggelar operasi untuk menyasar tempat publik dan hajatan.
Dalam mengantisipasi penularan Covid-19 di tempat umum, Hartopo meminta agar tempat wisata ditutup sementara. Tujuannya untuk mengevaluasi dan mempersiapkan satgas Covid-19 di tempat wisata. Pihaknya meminta agar dinas terkait  membentuk tim gabungan untuk beroperasi di tempat wisata. Hal tersebut juga berlaku untuk tempat wisata di desa setempat.
“Tolong tempat wisata ditutup sementara. Mohon Dishub dan Satpol PP segera berkoordinasi untuk meninjau tempat wisata,” ucapnya saat memimpin rapat di Command Center.
Terkait hajatan yang viral karena melanggar protokol kesehatan, Hartopo menyampaikan akan ditindaklanjuti. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolres Kudus untuk memanggil semua pihak yang terlibat. Termasuk Wedding Organizer dan penyelenggara.
“Semua pihak yang terlibat dalam hajatan kemarin akan dipanggil ke Polres Kudus,” ujarnya.
Hartopo juga meminta rumah sakit lini satu dan tiga untuk menambah tempat tidur dan ICU ruang isolasi sesuai Surat Edaran. Selanjutnya, pihaknya menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan untuk mempersiapkan Rusunawa Bakalankrapyak dan bangunan eks-Akbid menjadi ruang isolasi terpusat.
“Mohon ruang isolasi terpusat segera disiapkan baik logistik dan SDMnya,” paparnya.
Akibat lonjakan kasus Covid-19, pihaknya meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada. Penularan Covid-19 bergantung dari kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Tolong untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada. Jaga kesehatan diri dan keluarga yang ada di rumah,” pesannya.Â
Editor: Suwoko

