31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

Mencari Keberkahan Ilmu Lewat Ngaji Posonan di Ponpes Darul Falah Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam sebuah ruangan di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Falah, Dukuh Kauman, Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, tampak puluhan santri berpeci hitam dengan cekatan menulis terjemah kitab kuning. Mereka menuliskan arti setiap kalimat sesuai dengan yang diucapkan KH Muhammad Alamul Yaqin. Kegiatan tersebut adalah ngaji posonan yang rutin diadakan pada Bulan Ramadan di Ponpes Darul Falah.

Seusai mengaji bareng bersama para santrinya, pria yang akrab disapa Gus Alamul itu sudi berbagi penjelasan tentang ngaji posonan di Ponpes Darul Falah. Menurutnya, ngaji posonan merupakan kegiatan rutin di Bulan Ramadan. Tujuannya, agar para generasi penerus selalu memperbanyak amal baik. Semua tahu bahwa Bulan Ramadan adalah bulan mulia, berlipat ganda segala amal dan ibadah.

Suasana ngaji pososonan di Ponpes Darul Falah. Foto: Rabu Sipan.

“Karena kami di dunia pesantren atau di dunia pendidikan, jadi yang kami maksimalkan adalah mengaji berbagai kitab,” ujar Gus Alamul kepada Betanews.id, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Berburu Pahala di Masjid Kauman Semarang yang Tak Pernah Sepi Saat Ramadan

Kitab yang dipelajari, lanjut Gus Alamul, adalah kitab-kitab yang bukan secara rutin dibaca setahun, atau kitab yang bukan masuk dalam kurikulum pelajaran pondok pesantren Darul Falah. Berbagai kitab yang khusus diajarkan di Bulan Ramadan. Di antaranya Kitab Shahih Bukhari 4 jilid, dengan pengajar KH Ahmad Badawi. Kemudian Kitab Lathoiful Isyaroh, Tafsir Yasin, Imritti, Al ‘Usfuriyyah, Tanqihul Qaul, dan kitab Lubbul Usul dengan pengajar KH Hamdi Asmui. Sedangkan Kiai Syihabbudin mengajarkan kitab Khilyatul Lubbil Mashuun bi Syarkhi Nadhmi Jawharul Maknuun dan Kitab Ummu Barohin. Selanjutnya kitab Almuqtathifat li Ahlil Bidayat diajarkan oleh ustaz Muhammad Hanif.

“Sedangkan saya sendiri di ngaji posonan mengajarkan Kitab Kitabussiyam, Wadhoiful Mutaa’lim, Daqoiqul Akhbar, dan Risalah Ahlussunah Wal Jamaah,” jelasnya.

Pria yang juga satu di antara pengasuh Ponpes Darul Falah tersebut menuturkan, kitab-kitab yang disebut tadi diajarkan setiap hari selama Bulan Ramadan. Mulai pukul 8.00 WIB hingga tengah malam. Semua sudah ada jadwalnya, dan harus khatam antara tanggal 15 sampai 20 Ramadan.

Baca juga: Tradisi Tabuh Beduk Blandrangan di Menara Kudus Tandai Awal Ramadan

Lebih lanjut Gus Alamul menjelaskan, kegiatan ngaji posonan pesertanya terdiri dari dua kelompok santri. Ada peserta yang memang santri Ponpes Darul Falah, ada juga santri yang hanya fokus ikut di ngaji posonan saja atau santri luar. Jumlah santri luar yang ikut ngaji posonan tahun ini antara 25 sampai 27 orang.

“Jumlah tersebut memang berkurang dibanding sebelum ada pandemi. Sebelum pandemi santri dari luar yang ikut ngaji posonan bisa sampai 60 anak,” bebernya.

Dia mengatakan, santri luar yang ikut ngaji posonan di Ponpes Darul Falah kebanyakan warga sekitar. Selain orang Kudus juga ada yang datang dari Jepara, Pati, dan Demak. “Santri luar yang ikut ngaji posonan itu warga sekitaran Kudus. Kalau santri di Ponpes Darul Falah datang dari seluruh wilayah Nusantara,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER