BETANEWS.ID, SEMARANG – Beribadah Ramadan di Masjid Kauman Semarang seperti tak ada habisnya. Setelah salat subuh hingga setelah salat tarawih, masjid yang berada di dekat Pasar Johar itu tak pernah sepi lantaran terdapat kajian rutin setiap Ramadan.
“Pertama ada kajian setelah tarawih, selanjutnya ada ngaji tardarus Alquran malam untuk umum. Pagi bakda subuh ada ngaji tahsin untuk membenarkan bacaan Alquran baik laki laki maupun perempuan,” jelas Sekretaris Takmir Masjid Kauman, Muhaimin saat diwawancarai, Selasa (13/4/2021).

Selanjutnya 9.00 WIB, terdapat kajian kitab yang diikuti sebagian besar para santri yang ada di Kauman. Rata-rata dalam satu hari terdapat sekitar 250 santri yang mengikuti pengajian di masjid tersebut.
Baca juga: Ini Sejumlah Aturan yang Harus Dipatuhi jika Ingin Salat Tarawih di Masjid Semarang
Para santri tersebut terdiri dari pesantren Raudlatut Quran, Tahafidhul Quran, dan Matlabul Mafazil. Ketiganya bersinergi dengan pengurus masjid untuk meramaikan Bulan Puasa.
“Sebagian dari santri itu juga ada yang menjadi pengurus masjid Kauman,” imbuhnya.
Di siang hari atau setelah salat zuhur, ada kegiatan tafsir dan fadhilah Alquran yang diisi oleh KH Yahya Almutamaqin Alhafid. Kemudian menjelang buka puasa ada pengajian dan takjil futur.
“Jadi dari mulai setelah sahur sampai setelah tarawih di masjid sini selalu ada kegiatan,” katanya.
Selain itu, setiap buka puasa Masjid Kauman juga menyediakan 500-600 bungkus makanan yang dibagikan untuk jemaah yang datang ke Masjid Kauman secara gratis selama Ramadan.
“Setiap hari sekitar 600 bungkus makanan kita sediakan di sini,” paparnya.
Baca juga: Selama Ramadan, Ini Daftar Tempat Hiburan di Semarang yang Tak Bisa Dikunjungi
Dia menceritakan, dulunya jumlah jamaah yang mengikuti pengajian di Masjid Kauman lebih dari 3.000 orang. Hal itu dikarenakan tokoh bernama Mbah ahmad Taqib Nuh Alhafid yang jadi daya tarik warga untuk mengaji.
“Sekarang sudah meninggal dunia. September 2020 kemarin,” imbuhnya.
Jemaah pengajian asal Pedurungan Semarang, Mustakim mengaku sudah mengikuti kajian di Masjid Kauman sejak puluhan tahun yang lalu. Dia sengaja berangkat dari rumahnya sebelum zuhur dan kembali pulang setelah salat asar.
“Saya setiap Ramadan sudah sering ngaji ke sini. Biasanya habis salat asar pulang,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

