31 C
Kudus
Rabu, Juni 29, 2022
spot_img
BerandaKULINERMenikmati Segarnya Wedang...

Menikmati Segarnya Wedang Tahu, Minuman Khas Semarang yang Legendaris

BETANEWS.ID, SEMARANG – Bagi pecinta kuliner tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Kota Semarang tanpa mencicipi Wedang Tahu. Minuman tersebut merupakan makanan khas Kota Semarang dengan resep turun-temurun.

Sekilas, rasanya hampir mirip dengan Wedang Ronde, tapi dengan rasa jahe yang begitu mendominasi ketika menikmati Wedang Tahu.

Wedang Tahu Pak Adi yang wajib dicoba saat berkunjung ke Semarang. Foto: Dafi Yusuf.

Wedang Tahu bisa ditemui salah satunya di Jalan Setia Budi, Srondol Kulon, Banyumanik. Tepatnya kiri jalan sebelum pertigaan patung Kuda Universitas Diponegoro (Undip). Minuman tradisional itu bisa dinikmati hanya dengan merogoh kocek Rp 7 ribu saja.

- Ads Banner -

Baca juga: Ahmad, Penjual Bakso Cinta yang Tampil Berdasi dan Pakai Jas

Penjual Wedang Tahu Pak Adi, Andi Eko menceritakan, Wedang Tahu berasal dari tradisi Tionghoa yang dibawa ke Semarang pada abad 19.

“Wedang Tahu itu makanan khas Semarang. Sering diikutkan dalam ajang pameran makanan dan minuman,” jelasnya saat ditemui di warungnya, Kamis (25/3/2021).

Wedang tahu yang dia jual merupakan hasil dari resep turun-temurun leluhurnya. Sebagai isiannya adalah kembang tahu yang terbuat dari sari kedelai.

“Wedang tahu pertama kali dijual oleh warga keturunan Tionghoa,” ucapnya.

Kini, Wedang Tahu Pak Adi sudah memiliki beberapa cabang di Semarang. Awalnya, hanya berjualan di Ruko Mataram, Semarang.

Sekarang cabang Wedang Tahu Pak Adi sudah ada di Jalan Mataram, Gajahmada, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dan Setiabudi.

Baca juga: Rumah Padang di Semarang Ini Juga Jual Ribuan Kaset Pita Jadul

“Namun karena pandemi, yang buka hanya di Mataram dan Bundaran Undip,” jelasnya.

Pembeli wedang tahu, Nur mengaku menikmati wedang tahu karena rasanya unik dan cocok untuk musim hujan. Dia memang sengaja mencari Wedang Tahu ketika di Semarang.

“Sepintas seperti wedang ronde kuahnya, namun yang membuat beda adalah kembang tahunya. Ada kenyal-kenyal gimana gitu buat ketagihan,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler