Jelang Ramadan, Beberapa Warga Semarang Ubah Profesi Jadi Penjual Kurma

BETANEWS.ID, SEMARANG – Jelang Bulan Ramdan, beberapa penjual di kawasan Johar Lama di Jl KH Agus Salim, Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang muali diramaikan penjual kurma.

Salah satu penjual kurma di Johar Lama, Salatun (53) mengatakan, dirinya sudah berjualan kurma sejak empat hari yang lalu. Dia sengaja menjual kurma untuk menyambut Bulan Ramadan.

Salah satu penjual kurma di Johar Lama Semarang jelang Ramadan. Foto: Dafi Yusuf.

Dia mengaku menjual kurma hanya ketika menjelang Ramadan. Sehari-hari, dia sebenarnya jualan sarung tangan dan juga pakaian sejak bertahun-tahun. Baginya, menjual kurma adalah bisnis tahunan.

-Advertisement-

“Kalau menjual kurma ini memang satu tahun satu kali setiap menjelang Bulan Ramadan,” jelsanya saat ditemui, Kamis (18/03/2021).

Baca juga: Berjualan di Angkringan Demi Bisa Kuliah, Putri Sering Dimintai Nomor WA oleh Pembeli

Meski sudah mendekati Ramadan, dia mengaku penjualan kurma tahun ini benar-benar sepi. Dalam sehari hanya laku 1 kilogram. Hari itu saja, kurma yang dia jual belum ada yang laku.

“Masih sepi, ini saja belum ada yang laku,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu sebelum pandemi, kurma yang dia jual saat ini turun hingga 80 persen. Seharusnya, lanjutnya, saat ini penjualannya sudah mulai ramai.

“Kalau saya jual empat jenis, yaitu kurma Nasda, Tunisia, Mesir dan Medura,” imbuhnya.

Untuk kurma yang dia jual harganya berbeda-beda, tergantung jenis. Harganya mulai Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu setiap kilonya. Beberapa kurma yang dia jual harganya mulai naik Rp 10 ribu.

Menurutnya, naiknya harga kurma dan sepinya pembeli di tempatnya disebabkan oleh pandemi. Untuk itu, dia berharap agar pandemi di Kota Semarang segera selesai.

“Semoga pandemi cepat selesai,” harapnya.

Baca juga: Rumah Padang di Semarang Ini Juga Jual Ribuan Kaset Pita Jadul

Pedagang kurma lain, Wijhi juga mengalami hal yang sama. Sampai saat ini kurma yang dia jual benar-benar sepi. Setiap menjelang Bulan Ramadan dia selalu jualan kurma. Di sela-sela jual kurma, dia juga jualan es campur.

“Kalau jualan es campur itu malah sambilan. Kalau menjelang Ramadan ini total jualan kurma. Karena sedang sepi akhirnya ya masih jualan es campur,” ujarnya.

Meski sedang pandemi, dia bersyukur Ramadan kemarin kurma yang dia jual laris. Namun, kali ini kurma yang dia jual benar-benar sepi pembeli. Sampai saat ini belum ada pelanggan yang datang.

Alhamdulillah Ramadan kemarin habis kurma yang saya jual. Namun, kali ini masih sepi,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER