BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 382 calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi tahun 2019 yang terdiri dari 376 orang Golongan III dan 6 orang Golongan II mengikuti pembukaan latihan dasar (latsar). Mereka tersebar di 11 titik guna mengurangi kerumunan, yakni di 11 SMP di sembilan kecamatan yang ada di Kudus.
Pembukaan latsar yang digelar pada Rabu (3/3/2021) tersebut, dibuka secara langsung oleh Plt Bupati Kudus HM Hartopo di Command Center Diskominfo Kudus melalui video konferensi.
Baca juga : Serahkan Petikan SK CPNS, Hartopo: ‘Jadi ASN Itu Berat, Harus Mengabdi ke Masyarakat’
Pada kesempatan itu, Hartopo menyampaikan, agar peserta latsar bisa mengikuti materi dengan baik. “Meskipun dilaksanakan dengan penuh keterbatasan, mohon untuk memperhatikan segala materi diklat dan dilakukan penuh tanggung jawab,” ucapnya.
Hartopo minta, peserta tidak bisa main-main dan harus serius dalam mengikuti latsar. Sebab, latsar tersebut menentukan masa depan mereka sendiri. Menurtunya, ini bisa sebagai indikator penilaian, dan kalau nilainya jelek, bisa tidak lulus.
Menurutnya, semua materi yang diberikan bisa menjadi bekal bagi CPNS ketika bekerja. Sebagai pelayan publik, Hartopo meminta agar peserta fokus untuk nantinya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Berbagai inovasi terkait pelayanan publik juga dinanti oleh Hartopo.
Sedangkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus Catur Widyatno lewat juklak juknis menjelaskan, bahwa latsar kali ini akan dilakukan dengan sistem blended learning. Yakni pelaksanaan kegiatan yang melalui tiga bagian pembelajaran, yaitu pelatihan mandiri atau MOOC, distance learning (e-learning dan habituasi di tempat kerja) dan pembelajaran klasikal.
Pihaknya akan menggunakan media pembelajaran lewat video conference, email, internet browser, dan modul.
“Pembelajaran nanti akan dimulai tanggal 17 Maret sampai dengan 13 Desember 2021. Tempat penyelenggaraan akan berlangsung di 11 titik lokasi secara daring. Dengan menggunakan APBD tahun anggaran 2021 kami rencananya akan membagi 10 angkatan,” jelas Catur.
Baca juga : Pesan Ganjar ke CPNS: ‘Jangan Berpikiran Menjadi Kaya Sebagai Abdi Negara’
Sedangkan untuk 382 orang yang terbagi Catur atas 10 angkatan, dirinya menyebut, jika masing-masing angkatan terdiri sebanyak 38 hingga 39 orang. Ia juga menambahkan, bahwa dana yang dibutuhkan untuk kegiatan ini menghabiskan dana APBD sekitar Rp 3 miliar. Dan itu menurutnya masih kurang, sebab perkiraan semuanya total membutuhkan dana Rp 6 miliar.
“Kalau lebih efisien, lebih efisien daring. Lebih hemat daring, biaya makan dan minum bisa kita lakukan efisiensi di situ, ” kata Catur saat dimintai keterangan para awak media.
Editor : Kholistiono

