BETANEWS.ID, KUDUS – Vaksinasi terhadap petugas pelayanan publik di Kabupaten Kudus dan juga wartawan sudah memasuki tahap lanjutan, yakni yang kedua. Dari pantauan betanwes.id, beberapa orang mengatakan bahwa setelah divaksin, tak ada yang mengalami gejala serius.
Meskipun beberapa orang mengaku merasa takut saat awal ingin disuntik, namun setelah jarum suntik dilepas, tak ada efek apapun. “Pertama kali ya takut, tapi pas disuntik nggak berasa apa-apa. Nggak ada gejala apapun, nggak pusing, paling hanya kemeng (nyeri) di tangan setelah disuntik,” ujar Fitri salah seorang pegawai di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus, Jumat (12/3/2021).

Baca juga : 31 Wartawan Kudus Hari Ini Jalani Vaksinasi Covid-19
Begitupun Ruslin, yang juga pegawai BKPP mengungkapkan, bahwa tidak ada gejala apapun yang ia rasakan setelah divaksin. Meski, ia sempat khawatir dengan semua info yang beredar di media sosial tentang efek samping vaksinasi yang katanya mengerikan. “Efek setelah vaksin paling cuma nyeri. Yang ada di media sosial, semuanya nggak saya rasakan, ” ungkapnya kepada betanews.id.
Hari ini, betanews.id kembali melakukan pantauan kepada beberapa wartawan yang mendapatkan jatah vaksinasi kedua. Yang pertama ada perempuan berjilbab merah muda, yaitu Nila, jurnalis dari Tagar.id. Ia mengatakan, bahwa ia tidak mengalami masalah apapun saat divaksin. Baik di tahap pertama maupun kedua.
“Tapi ada teman yang bilang setelah divaksin merasa ngantuk, lapar, ada juga yang bilang tambah berstamina. Tapi kalau aku sendiri nggak ada masalah apapun,” katanya di tempat obeservasi gedung Disdukcapil lama, Sabtu (13/3/2021).
Sama halnya dengan Arif, jurnalis Jurnal Pantura ini mengungkapkan, bahwa efek dari vaksin yang ia rasakan hanya pegal di bagian yang sudah disuntik. Itu pun setelah 30 menit, pegalnya sudah hilang.
“Pas vaksin pertama dan kedua nggak ada gejala apapun, semuanya aman. Paling cuma pegal saja, ” ungkapnya.
Salah satu petugas vaksinasi dari RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Anwar Hadi Santoso mengungkapkan, bahwa semua efek yang dirasakan orang-orang sebelumnya merupakan gejala ringan. Sejauh ini dari pengamatannya di meja skrining sebelum vaksinasi, pihaknya tidak mendapati laporan yamg serius. Semuanya aman terkendali.
“Sejauh ini beberapa laporan yang kami terima rata-rata pusing, ngantuk, lapar, gejala-gejala ringan. Tidak ada yang serius, ” ungkapnya setelah di sela-sela lakukan pemantauan vaksinasi di gedung lama Disdukcapil Kudus.
Baca juga : Pasca-Vaksinasi, Hartopo Sebut Tren Angka Positif Covid-19 di Kudus Alami Penurunan
Disinggung mengenai kabar yang beredar di media sosial yang salah satunya menyebut vaksinasi kedua jarum suntiknya lebih besar, pihaknya membantah hal tersebut. Ia mejelaskan, bahwa dalam proses vaksinasi pihaknya mengikuti SOP yang diperintahkan oleh Kementerian Kesahatan.
“Kita lakukan penyuntikan tetap seperti sebelumnya, di tangan sebelah kiri. Kalau jarum lebih besar, itu tidak ada, ” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

