31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Pasca-Vaksinasi, Hartopo Sebut Tren Angka Positif Covid-19 di Kudus Alami Penurunan

BETANEWS.ID, KUDUS – Tren kasus positif covid-19 di Kudus disebut mengalami penurunan pasca-vaksinasi tahap pertama maupun kedua. Meskipun, menrut Plt Bupati Kudus HM Hartopo jumlahnya tidak signifikan.

“Untuk tren penurunan kasus Covid-19 di Kudus setelah vaksinasi ada penurunan. Sedikit-sedikit, tidak signifikan, ” kata Hartopo di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (1/3/2021).

Baca juga : Jumlah Pasien Covid-19 Menurun, RSUD Kudus Tutup Satu Ruang Isolasi

Untuk vaksinasi tahap kedua termin pertama, Hartopo mengungkapkan, bahwa pihaknya belum menerima laporan secara penuh. Ia menyebut sudah ada 4.108 total sasaran pelayan publik yang sudah melakukan vaksinasi, tepatnya yang berlangsung di gedung lama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kudus.

Kemudian, disinggung mengenai vaksinasi mandiri bagi perusahaan di Kudus, pemangku kebijakan tertinggi di Kudus tersebut menyampaikan, bahwa perusahaan-perusahaan besar Kudus sanggup untuk melakukan vaksinasi mandiri.

“Yang sudah menyanggupi kesiapannya itu PT Pura, PT Djarum dan PT Nojorono katanya juga siap. Untuk vaksinasi mandiri perusahaan, saya kira tidak ada masalah. Yang penting prodak vaksin itu boleh dibeli, ” kata Hartopo.

Seandainya dari luar atau impor, lanjut Hartopo, ia mewajibkan agar vaksin itu sudah memiliki izin dari pemerintah. Jika sudah mengantongi izin dari pemerintah, ia yakin bahwa itu tidak akan menimbulkan masalah. “Asalkan tidak membuat vaksin sendiri yang tidak ada legalitas dari pemerintah, ” sambung Hartopo.

Dengam vaksinasi yang semakin gencar di Kudus, Hartopo berharap kekebalan tubuh para warganya bisa lebih kuat lagi. Terutama bagi mereka yang sudah divaksin untuk menjaga imunitas tubuh dari virus covid-19.

Baca juga : 7.590 Tenaga Pendidik di Kudus Tunggu Jadwal Vaksinasi

Ia pun selalu berpesan kepada para warganya untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan, meskipun sudah divaksin.

“Tetap perketat dan pendisiplinan prokes. Karena vaksinasi hanya untuk meningkatkan antibodi atau imunitas. Seandainya nanti kena (Covid-19), tidak ada gejala yang berarti,” papar Hartopo.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER