BETANEWS.ID, KUDUS – 7.590 tenaga pendidik di Kabupaten Kudus akan menerima vaksinasi pada tahap kedua ini. Jumlah tersebut meliputi 4.896 guru SD, 1.545 guru SMP, 877 guru PAUD, 36 guru Pendidikan Masyarakat (Dikmas), dan 230 pegawai Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus, Dian Vitayani Winahyu menjelaskan, vaksinasi kepada 7.590 tenaga pendidik ini masih menunggu jadwal dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus.
“Untuk jadwal vaksinasi tenaga pendidik, menunggu semuanya (yang menjadi prioritas vaksinasi tahap kedua) selesai divaksin, baru giliran Disdikpora,” kata Dian, Kamis (25/2/2021).
Baca juga: Hartopo Sebut Kudus Zona Hijau, PPKM Tetap Lanjut Hingga Dua Pekan ke Depan
Terkait kebijakan pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang akan memperbolehkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di Juli nanti, kata Dian, Disdikpora akan mengikuti saja kebijakan dari pemerintah.
“Bulan Juli sudah bisa tatap muka, ya diikuti saja. Sambil menunggu petunjuk lebih lanjut, sesuai regulasi terakhir, ada izin dari Pemerintah Kabupaten, terus sekolah siap, orang tua siswa oke, nanti kita akan lakukan simulasi tatap muka,” jelas Dian.
Namun dengan catatan, lanjut Dian, sekolah tatap muka itu dilakukan setelah semua guru sudah divaksin. Tak hanya itu, pihaknya juga akan terus melakukan pengecekan terhadap kondisi perkembangan kasus Covid-19 di Kudus, sekaligus memproses perijinan untuk KBM tatap muka.
“Meskipun semua itu masih belum jelas teralisasi, melihat pendidikan di masa Covid-19 ini, saya selalu berpesan kepada para tenaga pendidik untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam mengajar. Sehingga tidak membuat anak didik bosan dan bisa termotivasi,” pungkasnya.
Baca juga: Vaksinasi Tahap Kedua di Kudus Akan Sasar Pekerja Publik, Ini Daftarnya
Sebelumnya, Plt Bupati Kudus HM Hartopo juga akan mengikuti kebijakan pemerintah provinsi jika memang KBM tatap muka akan dilaksanakan. Untuk mempersiapkannya, pihaknya akan melakukan simulasi terlebih dahulu.
“Simulasi tetap ada nantinya, pengecekan, mapingnya nanti bagaimana. Untuk kondisi saat ini kita harus berhati-hati. Kita mengikuti saja (KBM tatap muka),” kata Hartopo.
Hartopo melanjutkan, di Kudus zona hijaunya lebih dari 60 persen. Sedangkan sisanya berzona kuning dan oranye, tidak ada yang zona merah.
“Zona ini harus dipantau terus, dijaga, di-monitoring, tracing. Baik yang zona hijau juga di-tracing juga,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

