31 C
Kudus
Rabu, Juni 29, 2022
spot_img
BerandaKISAHDi Tengah Ketidakpastian...

Di Tengah Ketidakpastian Nasib Jadi Fotografer, Triyanto Coba Bikin Sirup Parijoto dan Kini Tuai Kesuksesan

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria yang mengenakan apron tampak sedang membersihkan buah parijoto. Usai dibersihkan, buah khas Muria tersebut kemudian digiling di sebuah rumah produksi sirup parijoto di Desa Colo RT 1 RW 1, Kecamatan Dawe, Kudus. Pria tersebut adalah Triyanto, pemilik usaha Sirup Parijoto Alammu.

Di sela aktivitasnya itu, Ribut begitu ia akrab disapa, menceritakan awal mula merintis usaha sirup parijoto tersebut. Katanya, sebelum memulai usaha itu, Ribut diajak temannya bergabung di salah satu penyedia jasa tukang foto wedding maupun di Pesanggrahan Makam Sunan Muria pada tahun 2005.

Baca juga : Penjualan Sirup Parijoto Produksi Alammu Alami Peningkatan pada Masa Pandemi

- Ads Banner -

“Menjalani kehidupan sebagai seorang fotografer ini merupakan jiwa saya. Karena jiwa saya adalah kesenian,” beber Ribut kepada betanews.id, Sabtu (27/2/2021).

Beberapa tahun kemudian, lanjut Ribut, temannya yang mengajak dirinya itu berkesempatan magang di Jepang dan tidak bisa melanjutkan usaha bersamanya. Tetapi, temannya itu mempercayakan usaha tersebut kepadanya. Namun, dengan berkembangnya teknologi smartphone yang sudah terdapat kamera yang canggih, job sebegai fotografer mulai sepi.

Hal tersebut membuat Ribut berpikir keras agar bisa bertahan di usaha temannya itu. Lalu dia memberitahukan kepada temannya, agar memperbarui alat yang digunakan untuk memotret. Namun sayangnya, temannya itu tidak sanggup untuk memperbarui alat baru yang harganya terbilang sangat mahal.

“Di saat saya berada di Pesanggrahan Makam Sunan Muria, saya melihat banyak buah Parijoto yang terbuang sia-sia di musim penghujan dan harganya pun murah. Saya berpikir, sepertinya buah ini bisa diproduksi. Tetapi tidak tahu, mau saya jadikan apa,” ungkap pria yang sudah dikarunia seorang anak tersebut.

Di tahun 2015, Ribut mencoba membuat olahan buah Parijoto dijadikan sirup yang terinspirasi dari warga Kabupaten Rembang yang berhasil memproduksi buah kawis menjadi sirup. Dari situlah awal mula, dia memproduksi Sirup Parijoto.

Awalnya, ide tersebut tidak untuk dijadikan sebagai sumber penghasilan keluarga. Lantaran dirinya iseng-iseng dan belum tahu apakah barang tersebut laku.

Sambil beraktivitas sebagai fotografer, dirinya juga melakukan uji ketahanan produk sirup mulai dari 1 bulan hingga 12 bulan. Alhasil usaha tersebut membuahkan hasil dan produk tersebut bisa bertahan hingga 1 tahun. Dalam usahanya, dia mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari membuat perizinan dan sebagainya ia lakukan demi keamanan.

“Nah, pada 15 Juli 2017 itu ada salah satu program televisi swasta mengunjungi dan meliput tentang buah Parijoto. Dari situlah produk sirup Parijoto Alammu bisa dikenal masyarakat dan viral. Saya sangat terbantu,” tuturnya.

Baca juga : Tak Ingin Kecolongan, Triyanto Patenkan HKI Sirup Parijoto

Ribut menambahkan, dirinya juga mengurus hak paten sirup Parijoto Alammu pada 2018. Menurutnya, hal itu untuk mengantisipasi dan mengamankan produk sirup temuannya supaya tidak diklaim pihak lain. Dalam proses pengajuan hak paten produk tersebut, membutuhkan kurang lebih 2 tahun.

“Saya bersyukur karena hak paten Sirup Parijotho ini sudah menjadi produk saya. Intinya, saya ingin mengamankan produk ini dan tidak ingin kecolongan lagi,” tuntasnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler